Konsekuensi Sistem Piping, Hydrant, dan Sprinkler Salah Rancang

ilustrasi piping, hydrant, sprinkler

Sistem piping, hydrant, dan sprinkler memang sangat menarik untuk dibahas lebih lanjut, salah satunya mengenai konsekuensi sistem piping, hydrant dan sprinkler salah rancang. Dalam proses instalasi sebuah sistem, tentu memungkinkan untuk terjadinya salah rancang. Oleh karena itu, proses instalasi sistem piping, hydrant, dan sprinkler tidak bisa dilakukan oleh sembarang orang dan diperlukan tenaga profesional. Untuk mengetahui aturan standar dan konsekuensi sistem piping, hydrant, dan sprinkler salah rancang, Mandor Pro akan menjelaskannya pada artikel ini.

Konsekuensi Sistem Piping, Hydrant, dan Sprinkler Salah Rancang

ilustrasi sistem piping, hydrant, sprinkler

Seperti yang sudah disebutkan sebelumnya pembahasan konsekuensi sistem piping, hydrant, dan sprinkler salah rancang, menjadi salah satu pembahasan yang tidak boleh dilewatkan. Karena dapat memberikan wawasan kepada Anda untuk memilih dan menggunakan jasa instalasi terbaik, seperti apa konsekuensi hubungan sistem piping, hydrant, dan sprinkler yang salah rancang, berikut penjelasannya.

Konsekuensi Sistem Piping dengan Sistem Hydrant Salah Rancang

Selain ada banyak faktor dan penyebab terjadinya sistem piping, hydrant dan sprinkler gagal fungsi, ada juga konsekuensi sistem piping, hydrant, dan sprinkler yang salah rancang.

  • Tekanan dan debit tidak mencapai pada titik hydrant, bisa disebabkan karena beberapa hal mulai dari diameter pipa terlalu kecil, perhitungan gesekan dalam pipa salah, hingga kapasitas pompa tidak memadai. Yang mana hal tersebut menyebabkan selang dari hydrant akan mengeluarkan air yang lemah, sehingga tidak mampu menjangkau api karena memiliki daya semprot yang kurang efektif.
  • Waktu respon yang lambat disebabkan karena konfigurasi pipa yang berbelit-belit atau panjang jalur yang tidak optimal, sehingga menyebabkan terjadinya penundaan air ke titik hydrant yang dapat membuat api membesar di luar kendali
  • Kegagalan sistem parsial atau total dapat disebabkan karena pemilihan material pipa yang salah, penyambungan pipa yang buruk, hingga katup yang mudah rusak, jadi mengakibatkan pipa dapat bocor atau pecah baik sebelum digunakan atau justru saat sistem diaktifkan. Sehingga dapat mengganggu proses pemadaman api, dan melumpuhkan pasokan air.

Konsekuensi Hubungan Sistem Piping dengan Sistem Sprinkler Salah Rancang

Konsekuensi sistem piping, hydrant, dan sprinkler salah rancang memang cukup menarik, salah satunya lewat konsekuensi hubungan sistem piping dengan sprinkler yang salah rancang.

  • Pada sistem sprinkler konsekuensi salah rancang dapat berupa cakupan dan kinerja yang tidak memadai. Disebabkan karena perhitungan hidrolik yang salah, pemilihan diameter pipa yang terlalu kecil, hingga tata letak pipa yang tidak simetris, sehingga menyebabkan sprinkler jauh dari sumber air dan hanya memberikan tetesan air karena tidak dapat menyemprot
  • Sistem sprinkler juga memungkinkan respon terlambat. Umumnya disebabkan karena sistem dry atau pre-action menggunakan volume pipa yang terlalu besar, sehingga waktu pengosongan udara dan pengisian air menjadi lebih lama. Akibatnya api lebih cepat membesar sebelum air sampai ke kepala sprinkler, yang membuat penurunan efektifitas pemadaman dini.
  • Kerusakan sistem dan water hammer disebabkan karena beberapa faktor mulai dari pemasangan penyangga pipa yang tidak memadai, material pipa tidak sesuai standar, hingga katup penutup yang tertutup telalu cepat. Sehingga dapat mengakibatkan pipa bergetar keras, bergeser, bahkan bocor dan membuat water hammer merusak sambungan pipa dan komponen lainnya.

Standar dan Aturan yang mengatur Sistem Piping, Hydrant, dan Sprinkler

piping, hydrant, sprinkler

Sekilas sistem piping, hydrant dan sprinkler memang tampak sempurna, tetapi ada konsekuensi sistem piping, hydrant, dan sprinkler yang juga perlu diwaspadai. Namun konsekuensi yang terjadi, dapat diminimalisir dengan mengikuti standar aturan yang berlaku. Hubungan sistem piping, hydrant, dan sprinkler diatur ketat untuk memastikan keandalan bagi ketiga sistem ini, Adapun standar aturan yang berlaku sebagai berikut:

  • NFPA 14 mengatur tentang Standar for The Installation of Standpipe and Hose System
  • NFPA 13 mengatur tentang Standar for The Installation of Sprinkler System
  • SNI 03-1745-2000 mengatur tentang Tata Cara Perencanaan dan Pemasangan Pipa Tegak dan Selang untuk Pemadam Kebakaran
  • SNI 03-3989-2000 mengatur tentang Klasifikasi Bahaya Kebakaran Jarak Maksimum Antar Sprinkler dan Area Cakupan Per Sprinkler
  • NFPA25 mengatur tentan Standar of The Inspection, Testing, and Maintenance of Water Based Fire Protection
  • NFPA 20 mengatur tentang Standard for The Installation of Stationary Pumps for Fire Protection

Konsekuensi sistem piping, hydrant, dan sprinkler yang salah rancang memang tidak boleh diabaikan begitu saja, karena akan berdampak fatal bahkan memberikan efek domino seperti memperparah kerusakan akibat kebakaran, hingga perlambatan proses evakuasi. Oleh sebab itu, pastikan untuk memiliki kontraktor jasa instalasi sistem piping, hydrant, dan sprinkler terpercaya seperti Mandor Pro. Ingin tahu bangunan apa saja yang memerlukan sistem piping, hydrant, dan sprinkler, baca artikel tentang Apakah Dapur Komersial Memerlukan Sistem Proteksi Kebakaran?