Berbicara tentang sistem proteksi kebakaran, tentu ini sangat dibutuhkan oleh berbagai jenis bangunan salah satunya dapur komersial. Dapur komersial menjadi salah satu tempat yang sangat rawan terjadinya kebakaran, karena area ini memang sangat dekat dengan bahan-bahan yang dapat memantik api. Namun jika menelusuri kembali artikel mengenai jenis api, area dapur komersial tentu memiliki perbedaan dalam instalasi sistem proteksi kebakaran.
Sistem Proteksi Kebakaran Seperti Apa yang Cocok untuk Dapur Komersial
Berdasarkan jenis api yang sempat dijelaskan pada artikel sebelumnya, setiap area memiliki sistem proteksi kebakaran sendiri yang dapat disesuaikan berdasarkan kebutuhan. Namun untuk dapur komersial, jenis sistem proteksi kebakaran seperti apa yang paling tepat dan mengapa area dapur juga sangat memerlukan sistem proteksi kebakaran? Selengkapnya akan Mandor Pro kulik, lewat artikel ini.
Alasan Penting Mengapa Dapur Komersial juga Memerlukan Sistem Proteksi Kebakaran
Dapur komersial menjadi salah satu area yang memerlukan perhatian khusus untuk instalasi sistem proteksi kebakaran. Hal ini karena sistem proteksi kebakaran untuk area ini berbeda dengan sistem proteksi kebakaran pada gedung atau bangunan umumnya, oleh sebab itu ada beberapa alasan penting mengapa dapur komersial juga memerlukan sistem proteksi kebakaran.
- Area dapur merupakan sumber api langsung dan berkelanjutan, di dalamnya ada banyak peralatan seperti kompor, penggorengan, dan juga oven yang beroperasi dengan suhu panas yang tinggi dalam jangka panjang, tentunya hal ini dapat meningkatkan potensi terjadinya penyalaan
- Pada area dapur banyak sekali bahan bakar berbahaya kelas K, yang mana ini berupa minyak goreng, lemak masak, hingga tabung gas. Jika dipadamkan dengan menggunakan air dapat menyebabkan api menyebar luas, sehingga memerlukan pemadaman khusus untuk proses pemadaman api.
- Di area dapur, api dapat menyebar dengan cepat melalui tumpukan lemak di peralatan, sistem ventilasi, hingga saluran pembuangan. Penggunaan APAR menjadi kurang efektif, karena adanya kepadatan aktivitas dan kepanikan yang terjadi.
Jenis dan Komponen Sistem Proteksi Kebakaran yang Cocok untuk Dapur Komersial
Selain alasan mengapa dapur komersial memerlukan sistem proteksi kebakaran, ini akan berhubungan erat dengan jenis dan komponen sistem proteksi kebakaran yang cocok untuk area ini misalnya seperti.
- Wet Chemical menggunakan bahan kimia basah yang dapat bereaksi dengan minyak panas untuk membentuk lapisan sabun yang dapat memadamkan api, mendinginkan, dan mencegah api agar tidak nyala kembali. Dalam hal ini, wet chemical menjadi salah satu standar yang tepat untuk dapur komersial, karena paling efektif untuk kebakaran yang disebabkan oleh minyak dan lemak di area dapur
- CO2 (Karbon Dioksida) mampu mengurangi kadar oksigen di sekitar api dan tidak meninggalkan residu, sehingga cocok untuk melindungi peralatan elektronik. Namun penggunaan jenis ini kurang efektif untuk pemadaman api lemak dalam area terbuka karena berisiko re-ignition.
- Foam (Busa) dapat membentuk lapisan yang menyelimuti bahan bakar, memisahkan oksigen dan mendinginkan area kebakaran. Sangat efektif untuk kebakaran cairan mudah terbakar dan dapat juga digunakan untuk area dapur
Mengenal Sistem Proteksi Kebakaran Kimia Basah yang Cocok untuk Dapur Komersial
Dari penjelasan mengenai jenis dan komponen sistem proteksi kebakaran yang cocok untuk dapur, wet chemical menjadi satu-satunya yang paling tepat untuk proteksi kebakaran pada dapur komersial. Sistem ini dirancang khusus untuk mengatasi kebakaran kelas F dan K yang berasal dari minyak hingga lemak masak, sistem ini juga dikenal dengan istilah kitchen fire suppression system.
Apa Itu Sistem Proteksi Kebakaran Kimia Basah untuk Dapur Komersial
57% kebakaran yang terjadi di area dapur restoran berasal dari peralatan memasak yang membuat dapur menjadi area paling kritis, sistem proteksi kebakaran kimia basah dapat menjadi solusi bagi area dapur. Sistem proteksi kebakaran kimia basah (Wet Chemical) merupakan sistem otomatis yang dirancang khusus untuk melindungi dapur komersial dari kebakaran lemak dan minyak kelas K, sistem ini mampu bekerja dengan prinsip kimia yang unik dan memberikan respon yang cepat dengan menggunakan reaksi kimia antara pemadam berbasis kalium asetat atau sitrat dengan minyak panas yang dapat menghasilkan saponifikasi berupa pembentukan lapisan busa seperti sabun tebal yang berfungsi:
- Mampu mendinginkan area dengan cepat dan tepat
- Lapisan busa tersebut juga dapat berfungsi sebagai selimut permukaan bahan bakar dan memisahkannya dari oksigen
- Sebagai penghalang yang dapat mencegah uap minyak panas terlepas, sehingga mencegah api nyala kembali
Komponen Sistem Proteksi Kebakaran Kimia Basah untuk Dapur Komersial
Sama halnya dengan sistem proteksi kebakaran piping, hydrant, dan sprinkler, sistem proteksi kebakaran kimia basah juga memiliki beberapa komponen utama yang dapat saling bekerja sama dalam proses pemadaman api. Adapun beberapa komponen sistem proteksi kebakaran kimia basah sebagai berikut,
- Tabung Penyimpanan, berfungsi menyimpan bahan kimia basah cair di bawah tekanan
- Pipa Distribusi dan Nozzle, berfungsi sebagai jaringan pipa yang menyalurkan bahan kimia ke nozzle yang dipasang di atas peralatan masak dan dalam saluran hood
- Sistem Deteksi, menggunakan detector panas yang dapat memantau suhu, tetapi ada juga yang menggunakan fusible link
- Panel Kontrol, merupakan otak dari sistem yang dapat menerima sinyal dari detektor, mengaktifkan alarm, dan mengontrol pelepasan bahan kimia pemadam
- Alarm dan Sinyal, berfungsi sebagai pemberi peringatan dini berupa suara dan visual kepada orang di dapur saat sistem terpacu.
- Katup Pemutus Otomatis, merupakan komponen kritis yang dapat secara otomatis memutus aliran bahan bakar ke peralatan masak saat sistem otomatis
- Aktivasi Manual, umumnya berupa tombol atau tuas darurat untuk mengaktifkan sistem secara manual jika diperlukan.
Sistem Proteksi Kebakaran Kimia Basah menjadi salah satu standar sistem proteksi kebakaran untuk dapur komersial, hal ini juga diatur dalam aturan dan standar yang berbeda dengan jenis sistem proteksi kebakaran lainnya. Namun untuk memahami lebih lanjut, baca juga artikel tentang Bagaimana Perbedaan Sistem Proteksi Kebakaran Kimia Basah dengan Sistem Piping, Hydrant dan Sprinkler.


