Pelajari Juga Tentang Lantai Beton Konvensional

Ilustrasi lantai beton konvensional

Berbicara tentang lantai beton tentu ada banyak jenisnya, dan yang paling umum tak lain adalah lantai beton konvensional. Jenis lantai beton ini memang kerap kali menjadi solusi baik untuk bangunan interior maupun eksterior. Tidak jauh berbeda dengan jenis lantai beton yang lainnya, sama seperti jenis lantai beton lainnya yang juga memiliki komponen utama. Untuk lebih memahami tentang lantai beton konvensional, simak penjelasannya pada artikel berikut ini. 

Pengertian Lantai Beton Konvensional

Gambar lantai beton konvensional

Lantai beton konvensional merupakan sistem lantai yang menggunakan material utama beton bertulang yang dicor secara langsung di lokasi, dan proses pembuatannya didukung dengan sistem balok dan kolom. Sistem ini merupakan sebuah metode yang paling tradisional dan masih sangat umum digunakan. Dalam proses aplikasi lantai beton konvensional, tentu ada beberapa hal yang perlu diperhatikan. Tak lain terkait komponen utama yang digunakan dalam proses pembuatan lantai beton konvensional. Dan lewat artikel ini, akan dibahas tentang komponen utama lantai beton konvensional. 

  • Beton

Merupakan campuran semen, pasir, kerikil, dan air. Kualitas beton biasanya dinyatakan dengan mutu, seperti K-225 atau K-250 untuk konstruksi rumah. 

  • Besi Beton 

Besi beton sendiri sangat kuat tetapi lemah terhadap tarikan, oleh karena itu besi beton digunakan sebagai tulang untuk menahan gaya tarik pada beton. Kombinasi dari keduanya ini, mampu menciptakan beton bertulang yang sangat kuat.

  • Bekisting

Ini merupakan sebuah papan kayu atau material lain yang membentuk cetakan sementaa tempat di mana beton dituang. Bekisting sendiri harus kuat karena berguna untuk menahan beban beton basah sebelum mengeras. 

  • Balok (Sloof atau Beam)

Komponen yang keempat ini merupakan sebuah elemen struktur horizontal yang mendukung pelat lantai dan meneruskan beban ke kolom 

  • Kolom

Komponen yang terakhir ini merupakan lawan dari komponen keempat, jika komponen keempat merupakan elemen struktur horizontal. Sementaral komponen kelima ini merupakan elemen struktur vertikal, yang mana berfungsi untuk menerima beban dari balok dan meneruskannya ke pondasi. 

Proses Pengerjaan Lantai Beton Konvensional

Lantai beton konvensional

Proses pengerjaan lantai beton konvensional memang memiliki perbedaan dengan jenis lantai beton yang lainnya, tentu hal ini menjadi salah satu ciri khas tersendiri bagi lantai beton konvensional. Dalam proses pengerjaan lantai beton konvensional ada beberapa tahapan, diantaranya sebagai berikut. 

  • Pemasangan Bekisting dan Perancah

Pada tahapan pertama bekisting dipasang pada posisi yang diinginkan untuk membentuk bidang tanah, sementraa perancah dipasang di bawah bekisting untuk menahan beban beton basah dan bekisting selama proses pengerasan

  • Pemasangan Tulangan

Tahapan kedua ini memasang besi tulangan, besi tulangan dipasang  di atas bekisting sesuai dengan gambar struktur. Sementara itu, tulangan untuk pelat lantai dan balok dipasang dan diikat menjadi satu kesatuan hingga menjadi rangka yang kokoh.

  • Pengecoan Beton

Yang ketiga merupakan sebuah tahapan pengecoran beton, yang mana beton segar di cor dari alat mixer ke dalam area bekisting. Kemudian beton harus dipadatkan dengan menggunakan vibrator, ini bertujuan untuk mengeluarkan gelembung udara dan memastikan beton mengisi semua rongga. Dan jika sudah, permukaan beton dapat diratakan atau lebih dikenal dengan istilah screeding dan finishing.

  • Pemadatan dan Perawatan Beton

Setelah melakukan pengecoran dan menyelesaikan tahapan yang ketiga. Beton akan membutuhkan waktu untuk mengeras dan mencapai kekuatannya, dan selama ini bekisting tidak boleh dibongkar minimal 14 hari. Kemudian dilanjutkan dengan proses cuing, proses ini sangat penting karena untuk mencegah terjadinya retak. Untuk melakukannya, beton yang sudah setengah mengering disirami permukaan betonnya dengan menggunakan air secara berkala. 

  • Pembongkaran Bekisting

Jika tahapan keempat sudah dilakukan, dan beton sudah dipastikan mengeras dengan sempurna. Maka waktunya untuk melakukan pembongkaran bekisting, umumnya bekisting dapat dibongkar setelah beton mencapai kekuatan yang cukup sekitar kurang lebih 14 – 21 hari

Lantai beton konvensional memang dapat dijadikan alternatif, meski proses penerapannya membutuhkan waktu yang sedikit lebih lama. Namun, penerapan jenis lantai beton yang satu ini terbilang cukup murah. Hal ini dikarenakan, lantai beton tidak dilakukan finishing seperti melapisinya dengan sealant. Sehingga tidak aneh jika biaya penerapannya bisa lebih murah, jika Anda ingin mengetahui lebih banyak tentang jenis lantai beton baca artikel 7 Jenis Lantai Beton yang Wajib Diketahui.