Jika pada artikel sebelumnya sudah mempelajari tentang jenis lantai beton, hal lain yang perlu diketahui tak lain adalah material poles lantai beton. Polished concrete tidak hanya sekadar jenis lantai beton saja, tetapi juga menjadi salah satu material yang digunakan untuk poles lantai beton. Meski menjadi salah satu material yang digunakan dalam proses poles beton, berdasarkan finishingnya polished concrete masuk ke dalam jenis lantai beton. Faktanya jenis lantai beton satu ini berbeda dengan lantai beton biasa, agar Anda lebih memahami tentang polished concrete, simak penjelasannya dari Mandor Pro berikut ini.
Apa itu Polished Concrete?

Mengetahui jenis lantai beton, tidak lengkap rasanya jika tidak mengetahui material poles lantai beton. Seperti yang disebutkan sebelumnya bahwa polished concrete bukan hanya sekadar material, tetapi juga dapat menjadi salah satu jenis lantai beton. Namun, dibalik dari dua hal tersebut, sebenarnya apa itu polished concrete? Polished concrete sendiri merupakan hasil dari sebuah proses penggrindaan dan pemolesan pada permukaan beton biasa dengan menggunakan mesin khusus, yang mana dalam prosesnya dikombinasikan dengan pemberian chemical harderner atau densifier untuk menghasilkan kilau mirroring.
Bagaimana Proses Penerapan Material Polished Concrete?

Setelah mengetahui pengertian tentang material poles lantai beton, mari mencari tahu tentang bagaimana proses penerapan material polished concrete pada lantai beton biasa. Polished concrete memang bukan sekadar poles beton biasa, sehingga dalam proses penerapan material polished concrete pada lantai beton memerlukan keahlian khusus. Hal ini bertujuan agar lantai beton dapat teridentifikasi dengan baik sebelum proses aplikasi, sehingga saat terjadi kerusakan dapat diperbaiki terlebih dahulu. Bahkan proses penerapannya ini, juga memiliki beberapa tahapan diantaranya.
- Grinding, tahapan pertama tentunya dimulai pada bagian permukaan beton yang perlu digrinding, tahapan ini dimaksudkan untuk meratakan dan membuka pori-pori beton
- Pengaplikasian hardener, setelah melakukan tahap pertama, dapat dilanjutkan dengan tahap kedua dengan mengaplikasikan densifier. Tahapan kedua ini bertujuan untuk mengeraskan dan memperkuat matriks beton
- Polishing, tahapan ketiga ini juga kerap disebut sebagai tahap pemolesan, yang mana proses grinding dilanjutkan dengan diamond pad yang lebih halus agar mendapatkan kilap yang diinginkan, dan biasanya pada proses pemolesan ini dapat dilakukan secara berulang-ulang kurang lebih 2-3 kali. Sehingga terdiri dari beberapa lapisan, yang mana lapisan ini dapat memberikan efek ketahanan yang kuat.
- Finishing, ini menjadi salah satu tahapan terakhir dari proses penerapan material polished concrete, tahapan ini sebenarnya bersifat optional. Karena umumnya tahapan ini dilakukan, untuk memberikan sebagai lapisan pelindung yang bertujuan untuk meningkatkan ketahanan terhadap noda dan memberikan kilau ekstra.

Menjadi salah satu material poles lantai beton, jenis lantai polished concrete bisa menjadi bahan pertimbangan untuk Anda aplikasikan pada bangunan interior maupun eksterior. Pada artikel di atas, disebutkan bahwa proses penerapan material polished concrete ini memerlukan keahlian khusus. Oleh sebab itu, penting agar Anda mencari jasa poles lantai beton profesional, Mandor Pro sebagai jasa poles beton profesional dapat menjadi bahan pertimbangan Anda. Agar lebih mengetahui tentang poles beton, baca juga artikel Cari Tahu Kelebihan dan Kekurangan Poles Lantai Beton
Jasa Poles Lantai Beton Mandor PRO
Ingin lantai bangunan Anda kembali bersih, halus, dan mengilap?
Percayakan pekerjaan poles lantai kepada Mandor PRO. Sebagai penyedia jasa konstruksi yang berpengalaman, kami siap membantu mengembalikan kilau lantai dengan hasil yang rapi dan berkualitas.
Konsultasikan sekarang juga!
