Poles concrete kini menjadi tren baru untuk pilihan material lantai hunian maupun bangunan komersil. Penggunaan material ini memiliki keunggulan dalam hal estetika karena memiliki tampilan minimalis, elegan, mewah, dan unik. Selain itu, teknik poles ini juga meningkatkan daya tahan permukaan beton dan mudah dibersihkan sehingga menghemat biaya perawatan.
Untuk lebih memahami apa itu poles concrete atau poles beton, mari bersama-sama disimak penjabaran pada artikel kali ini.
Apa itu Poles Concrete?

Secara garis besar, poles concrete merupakan metode memoles lantai beton dengan menggunakan alat abrasif dan bahan kimia (densifier) sehingga menghasilkan permukaan beton yang halus, mengkilap, keras, dan tahan lama. Tampilannya mirip dengan granit atau marmer tanpa menggunakan cat yang dapat terkelupas.
Perbedaan poles beton dengan beton biasa tidak hanya di bagian tampilan yang lebih estetik, tetapi juga pada kekerasan dan daya tahan, proses perawatan, dan biaya. Beton biasa yang tidak diberi teknik poles, lebih rentan terhadap aus, goresan, dan pengelupasan jika tidak dilapisi. Berbeda dengan poles beton yang kekerasan permukaannya meningkat hingga 5 kali lipat, tahan abrasi, goresan, dan lalu lintas berat dengan adanya pemolesan menggunakan densifier.
Proses pembersihannya juga lebih sulit dan mudah menyerap noda. Sementara poles beton lebih mudah dibersihkan karena permukaannya halus tanpa pori, tidak berdebu, dan tidak memerlukan coating ulang yang mahal seperti epoxy.
Jika menilik soal biaya, beton biasa memang lebih murah dibanding poles beton, tetapi dengan biaya perawatan jangka panjang untuk mempertahankan tampilannya. Sementara poles beton tinggi di biaya awal, tetapi lebih menghemat biaya perawatan dan tidak perlu dipoles ulang.
Seperti namanya, poles concrete berfungsi untuk menghaluskan dan mengkilapkan permukaan beton agar memiliki tampilan estetik yang menawan, modern dan tahan lama. Dengan begitu, metode ini dapat diaplikasikan ke berbagai area, seperti lantai kantor, showroom, gudang, hingga lantai hunian.
Proses Pengerjaan Poles Concrete

Dalam proses pengerjaan poles concrete, setidaknya tim Mandor Pro menggunakan lima tahapan sebagai berikut.
- Persiapan permukaan dimulai dengan pembersihan area permukaan beton. Jika terdapat retakan atau lubang, perbaiki terlebih dahulu. Sebelum pengaplikasian, pastikan permukaan beton rata dan memiliki kekuatan minimal 25 MPa. Ambang minimal kekuatan beton poles ini bukan tanpa sebab. Proses pengerjaan poles beton melibatkan mesin poles yang memiliki daya gesekan yang kuat. Beton 25 MPa atau setara K250 memiliki kepadatan yang memadai untuk menahan abrasi sehingga beton tidak mudah hancur atau aus.
- Grinding kasar atau rough grinding menggunakan mesin poles dengan mata intan abrasif kasar (grit rendah) yang berfungsi untuk membuka pori-pori beton dan meratakan permukaannya.
- Pengaplikasian densifier (pengeras) menggunakan bahan kimia dengan bahan dasar silica (sodium atau lithium silicate) yang akan meresap ke dalam permukaan beton. Bahan kimia ini akan mengikat partikel bebas, mengeraskan, dan memadatkan permukaan beton sehingga meningkatkan daya tahannya.
- Grinding menengah hingga halus (finer grinding) menggunakan mesin poles dengan mata intan yang lebih halus (grit lebih tinggi) untuk meningkatkan kehalusan permukaan beton.
- Finishing polishing dimulai dengan pembersihan area dari debu bekas grinding. Baru kemudian permukaannya disegel dengan menggunakan sealer khusus untuk memberikan efek kilap dan melindungi permukaan dari abrasi dan noda.
Jenis-jenis Hasil Akhir Poles Concrete

Hasil akhir poles concrete erat hubungannya dengan tingkat kilap, yang terdiri dari high gloss (sangat mengkilap), satin (semi gloss), dan matte (doff atau buram). Tingkat kilap ini mempengaruhi nilai estetika, kemudahan perawatan, tingkat keamanan, dan pantulan cahaya yang berefek pada suasana ruangan.
- High gloss yang sangat mengkilap memberikan pantulan cahaya yang banyak sehingga menciptakan tampilan glamor, mewah, dramatis, dan membuat ruangan terlihat lebih luas. Karena itu, tingkat kilap jenis ini cocok untuk area komersil atau ruang tamu yang memberikan kesan megah.
- Satin/ semi gloss memberikan tampilan kilap yang lembut, elegan, tidak berlebihan dan memberikan kesan hangat dan anggun. Cocok untuk kamar tidur atau ruang keluarga. Namun, karena memiliki tampilan kilap, maka tingkat kilap high gloss dan satin sama-sama membutuhkan perawatan yang lebih sering karena lebih mudah menunjukkan bekas goresan, debu, dan tapak kaki.
- Matte atau buram tidak memantulkan cahaya. Kesan yang ditampilkan lebih tenang, modern, minimalis dan sederhana. Tingkat kilap ini juga mampu menyamarkan noda, goresan, debu, dan ketidaksempurnaan permukaan.
Oleh karena itu, kilap matte cocok digunakan pada area dengan lalu lintas pergerakan yang tinggi. Selain itu, dia juga dinilai lebih aman dilalui karena tidak licin meski dalam kondisi basah.
Dari penjabaran di atas, diharapkan Anda bisa memilah kilap mana yang cocok digunakan untuk proyek yang sedang dikerjakan. Karena selain estetika, tingkat keamanan juga perlu dipertimbangkan.
Sementara terkait estimasi biaya poles concrete bisa Anda ketahui dengan mengunjungi artikel Waspada! Ini Estimasi Biaya Poles Concrete dan Cara Menghematnya.