Waspada! Ini Estimasi Biaya Poles Concrete dan Cara Menghematnya

Dewasa ini, poles concrete menjadi solusi material lantai yang efektif. Alasannya, teknik cetak beton ini menawarkan daya tahan yang tinggi, nilai estetika yang modern, perawatan mudah, ramah lingkungan, dan yang terpenting lebih ekonomis dibanding batu ubin, kayu, marmer, dan lainnya. Apalagi, teknik ini juga cocok untuk digunakan pada hunian, industrial, dan area komersil. Artikel ini juga akan membahas lebih lengkap tentang biaya poles concrete.

Meski dinilai memiliki biaya yang lebih rendah dibanding material lantai lainnya, tetapi penting untuk mengetahui estimasi biaya dan faktor yang mempengaruhi agar tidak terjadi pembengkakan biaya di kemudian hari. Selain itu, estimasi biaya juga membantu konsumen akhir dan pemilik proyek untuk menentukan desain dan material yang akan digunakan.

Faktor-faktor yang Mempengaruhi Biaya Pengaplikasian Poles Concrete

poles concrete

Ada beberapa faktor yang mempengaruhi biaya, berikut penjabarannya.

  1. Kondisi awal lantai beton. Kondisi lantai yang baru dan rata akan menekan biaya karena tidak perlu dilakukan penyiapan bidang kerja. Sementara lantai lama dan rusak, memerlukan tambahan biaya untuk proses grinding kasar dan penambalan retakan atau lubang (patching).
  2. Luas area. Teknik poles concrete menerapkan ekonomi skala. Dimana semakin luas area bidang kerja, maka akan semakin murah biaya per meter perseginya.
  3. Tingkat kilap atau finishing. Ada tiga jenis tingkat kilap, yakni doff, semi gloss, dan high gloss. Kilap high doff memiliki harga yang paling tinggi karena membutuhkan lebih banyak tahapan grinding dan penggunaan mesin.
  4. Jenis poles. Penggunaan sealer atau kristalisasi cenderung memiliki harga yang lebih murah dibanding epoxy.
  5. Lokasi proyek. Tidak hanya berhubungan dengan harga tanah, tetapi juga biaya akomodasi. Semakin jauh dan sulit medan proyek, maka akan semakin meningkatkan biaya akomodasinya.
  6. Material dan bahan tambahan. Material berhubungan dengan mutu beton. Semakin tinggi mutunya, maka akan semakin tinggi harganya. Penggunaan densifier, hardener, atau pewarna khusus memerlukan penambahan biaya.
  7. Tenaga kerja dan peralatan. Karena membutuhkan tenaga terlatih dan alat berat, maka fluktuasi biaya dipertimbangkan berdasarkan keahlian dan wilayah.
  8. Waktu pengerjaan. Umumnya, poles beton memiliki waktu pengerjaan 7 hingga 28 hari untuk bisa digunakan. Waktu maksimalnya dimaksudkan agar beton memiliki kekuatan optimalnya. Namun, jika dibutuhkan, proyek bisa dipercepat dengan menggunakan bahan kimia adiktif/ akselerator dan pemanasan terkontrol yang tentunya menambah anggaran biaya.
  9. Biaya perawatan. Meskipun tahan lama, tetapi biaya resealing atau repolishing berkala juga perlu dipertimbangkan.

Estimasi Biaya Poles Concrete dan Cara Menghematnya

lantai concrete pada area indoor

Mempertimbangkan faktor biaya di atas, maka umumnya kontraktor akan menghitung biaya proyek dalam bentuk permeter persegi, sehingga memudahkan konsumen akhir dan pemilik proyek memperkirakan biayanya.

Umumnya estimasi biaya poles concrete permeter persegi (m2) berkisar mulai Rp. 50.000 – Rp. 350.000. Karena itu, sebelum menyetujui pengerjaan, penting untuk menanyakan kepada kontraktor apakah biaya tersebut sudah termasuk bahan kimia, proses abrasif, biaya tambahan untuk area yang butuh perbaikan, dan garansi atau perawatan awal. Dengan begitu, kekhawatiran akan biaya tak terduga bisa ditekan.

Cara Menghemat Biaya Poles Concrete

Penghematan dalam ranah kontraktor tidak melulu soal pemotongan anggaran untuk memperoleh keuntungan setinggi-tingginya. Namun, lebih pada mengefektifkan biaya sehingga bisa dimanfaatkan untuk bagian konstruksi lainnya. Apalagi, jika penghematan ini nyatanya memberikan dampak baik untuk jangka panjang serta lebih ramah lingkungan karena menggunakan bahan daur ulang, tentu akan lebih mengesankan.

poles concrete

Berikut cara penghematan biaya poles beton yang bisa Anda terapkan.

  1. Persiapan tanah yang matang untuk poles pada beton baru sangatlah penting. Mulai dari pemadatan, drainase, hingga levelling yang baik, akan mencegah kerusakan akibat retak dan ambles. Hal ini akan mengurangi biaya perawatan di kemudian hari.
  2. Penggunaan agregat daur ulang sebagai material penyusun beton, tidak hanya mengurangi biaya secara signifikan, tetapi juga ramah lingkungan. Karena memanfaatkan material yang biasanya dibuang sembarangan sehingga menurunkan kesuburan tanah.
  3. Optimalkan campuran beton dengan memakai semen secukupnya dan prosentase agregat yang maksimal sehingga mengurangi biaya pembuatan.
  4. Sebelum proses grinding, baiknya bersihkan lantai beton lebih dulu untuk meningkatkan efisiensi.
  5. Pilih poles dan segel untuk hasil akhir poles concrete. Karena harganya lebih murah dibanding poles mekanis penuh atau lantai berwarna.
  6. Gunakan jasa kontraktor profesional yang sudah berpengalaman untuk hasil optimal dan menghindari biaya perawatan besar di kemudian hari.
  7. Bandingkan harga yang dibandrol beberapa kontraktor lengkap dengan fasilitas yang mengikutinya. Jangan tergiur dengan harga murah tetapi muncul penambahan dana di akhir.

Itulah penghematan biaya poles beton yang bisa dilakukan. Sebagai informasi, kontraktor Mandor Pro memiliki tenaga ahli terlatih yang sudah berpengalaman menangani poles concrete baru maupun perbaikan pada concrete lama. Untuk konsultasi terkait anggaran biaya atau lainnya, Anda bisa menghubungi kontak Mandor Pro di bawah ini.

Anda juga bisa mendapatkan informasi terkait jasa concrete di artikel Jangan salah! Ini Cara Memilih Jasa Poles Concrete. Harapannya, artikel ini akan lebih mencerahkan Anda dalam memilih jasa poles beton.