Jangan Gunakan Bahan-Bahan Ini untuk Lantai Poles Concrete

Memiliki lantai poles concrete, artinya harus memahami bagaimana cara merawatnya. Karena meski memiliki daya tahan tinggi terhadap aus, goresan, dan noda, tetapi dia tidak kebal terhadap cairan pembersih dan cara perawatan tertentu. Tanpa disadari, kebiasaan-kebiasan kecil yang terus berulang menyebabkan percepatan kerusakan lantai poles, seperti kusam dan tergores.

Ada banyak kasus kerusakan lantai poles bukan karena ramainya lalu lintas pengguna dan umur pakai melainkan disebabkan kesalahan pembersihan. Mulai dari penggunaan bahan pembersih yang keras, alat yang kasar, hingga cara pembersihannya.

Artikel Mandor Pro kali ini akan membahas tentang bahan-bahan yang dapat merusak lantai poles concrete dan penggunaan alat dan kebiasaan yang mempercepat kerusakannya. Berikut penjabarannya. 

Bahan Pembersih yang Merusak Kilap Lantai Poles Concrete

POLES CONCRETE DI AREA PARKIR

Siapa sangka, bahan pembersih yang diharapkan dapat menjaga kebersihan dan nilai estetika lantai justru menjadi perusak paling utama? Maka dari itu, pengetahuan terkait bahan-bahan yang kontra dengan jenis lantai tertentu perlu dipahami dengan benar. Penjabaran kali ini berfokus pada jenis lantai poles concrete.

  1. Cairan asam. Pembersih berbahan dasar cuka, jeruk, dan berbasis asam sitrat dapat mengikis permukaan sealer dan menyebabkan kekusaman pada lantai poles.
  2. Cairan pemutih juga bisa merusak lantai poles karena dapat mengubah warna dan merusak struktur permukaan lantai.
  3. Pembersih abrasif yang mengandung butir-butir bisa menyebabkan goresan permanen
  4. Pembersih berbasis sabun nyatanya juga bisa merusak tampilan lantai poles beton concrete. Dia menyebabkan lantai berkabut dan terlihat kusam karena adanya residu yang tertinggal.

poles concrete

Jadi, pembersih bagaimana yang aman digunakan? Jawabannya pembersih dengan pH netral (pH 7) karena dia tidak bersifat korosif, sehingga efektif membersihkan kotoran tanpa merusak lapisan sealer, mengubah warna, dan menghilangkan kilap concrete. Pembersih dengan pH 7 dapat mempertahankan integritas dan estetika lantai concrete.   

Selain itu, Anda juga bisa menggunakan amonia yang telah diencerkan untuk noda membandel tanpa menggores lantai. Cairan ini bersifat basa atau alkali sehingga mampu mengangkat kotoran yang menempel. Bahan pembersih ini tergolong aman dan mudah didapatkan di toko-toko bahan kimia maupun di sebagian toko bangunan.

Selanjutnya ada marble kin. Bahan pembersih lantai poles ini memiliki pH netral. Meski begitu, kemampuannya untuk mengangkat noda tak perlu diragukan lagi. Selain itu, dia juga meninggalkan aroma wangi setelah pembersihan.

Bahan pembersih terakhir adalah marble polishing powder yang terdiri dari yellow dan red. Keduanya memiliki fungsi yang sama yakni membersihkan kotoran dan mengembalikan kilau lantai. Bedanya, marble polishing powder red merupakan pembersih premium yang mampu mengembalikan kilau lantai seperti baru.

Namun, sebelum menggunakannya pada area luas, sebaiknya gunakan di area kecil dan tersembunyi dulu untuk melihat dampaknya pada lantai poles. Selain itu, segera bilas dengan air bersih dan keringkan untuk menghindari bercak akibat air yang masih tersisa.

Alat dan Kebiasaan Pembersihan yang Mempercepat Kerusakan Lantai Poles Concrete

POLES CONCRETE DI AREA PABRIK

Selain penggunaan bahan-bahan keras, waspadai juga alat dan kebiasaan pembersihan yang dapat menjadi penyebab kerusakan lantai poles concrete. Berikut pembahasan detilnya.

  1. Sikat abrasif. Tekanan fisik dari bulu sikat abrasif (sikat kasar/ kawat) dapat mengikis lapisan mengkilap, sehingga menimbulkan goresan mikro yang dapat mengurangi kilau. 
  2. Alat pel konvensional. Alat ini seringkali meninggalkan sisa air berlebih yang menimbulkan bercak. Selain itu, kotoran yang terperangkap di kain pel bisa menyebabkan goresan pada lantai poles.
  3. Jarang membersihkan debu/ pasir. Partikel debu adalah musuh bagi lantai glossy. Dia seolah menjadi amplas (abrasif) yang dapat menyebabkan kekusaman lantai.
  4. Membiarkan cairan tumpah mengering, akan menyebabkan noda permanen karena cairan meresap ke dalam pori-pori.

Alih-alih menggunakan alat dan melakukan kebiasaan di atas, lebih baik gunakan spon atau kain lap mikrofiber untuk merawat lantai poles concrete Anda. Selain itu, pembersihan rutin harus selalu dilakukan untuk menghindari penumpukan debu.

Keawetan kilau lantai poles concrete bukan soal tingginya harga, melainkan upaya perawatan yang rutin dan benar. Kesalahan pemilihan bahan pembersih, alat, dan kebiasaan pembersihan dapat merusak lapisan glossy sehingga mempercepat frekuensi repolish.

Namun, jika lantai Anda menunjuukan tanda-tanda harus dipoles ulang (repolish), segera lakukan sebelum terjadi kerusakan yang lebih berat. Penundaan repolish, bisa menghabiskan biaya yang lebih besar, karena semakin banyak penanganan yang harus dilakukan. Artikel terkait ini, bisa Anda temukan di Kapan Lantai Poles Concrete Perlu Dilakukan Repolish?