Kapan Repolish Lantai Concrete Perlu Dilakukan?

Setiap konstruksi selalu membutuhkan perawatan untuk mempertahankan nilai estetikanya. Begitu pula dengan lantai poles concrete. Sebagai finishing jangka panjang, lantai poles juga bisa mengalami penurunan kilap dan perlindungan lantai seiring waktu. Untuk itu, dibutuhkan repolish lantai concrete untuk mengembalikan kilap lantai yang kusam akibat gesekan karena lalu lintas pejalan.

Proses repolish melibatkan polishing ringan atau burnishing (penghalusan cepat) untuk memanaskan kembali sealer. Alat yang digunakan adalah high-speed burnisher (mesin poles kecepatan tinggi) yang dilengkapi dengan burnisher pads atau hair pads.

Pengerjaan burnishing harus dilakukan dengan tepat. Karena jika pergerakan burnisher tidak konstan dan merata, maka akan terjadi burn mark (noda terbakar) akibat panas yang berlebihan. Setelah proses burnishing, disarankan untuk mengaplikasian protective sealer untuk mempertahankan kilap dan daya tahannya terhadap noda.

Pada tingkat keausan ringan, Anda bisa menggunakan teknik repolishing dengan menggunakan diamond pad berbutir halus, sekitar 1500-3000 grit untuk mengembalikan kilap dengan cepat. Sementara pada lantai poles dengan tingkat keausan berat, diperlukan perbaikan menyeluruh dengan grinding ulang. Tujuannya untuk menghilangkan goresan dalam dan pengaplikasian hardener dan sealer.

Tanda-Tanda Lantai Poles Concrete Perlu Repolish

Poles Beton Concrete

Saat memiliki lantai poles concrete, Anda harus memperhatkan tanda-tanda berikut ini agar lantai poles tetap terlihat menawan.

  1. Kilap berkurang atau bahkan hilang sehingga lantai tampak kusam dan kehilangan kemampuannya untuk memantulkan cahaya.
  2. Terdapat noda atau bercak yang sulit hilang dengan pengepelan biasa. Hal ini menandakan sealer yang sudah aus.
  3. Muncul goresan akibat debu dan retakan halus yang mengganggu estetika
  4. Saat diinjak atau dibersihkan, permukaan terasa kasar, tidak licin dan tidak halus seperti sebelumnya.
  5. Mulai muncul debu dari beton  (desinasi) yang menunjukkan lapisan hardener atau pengeras sudah menipis.

Jika tanda-tanda di atas telah muncul, maka segera lakukan repolish agar tidak terjadi kerusakan lebih lanjut. Selain kilapnya berkurang, keterlambatan poles ulang bisa menyebabkan noda meresap permanen ke dalam pori-pori lantai sehingga tidak bisa dibersihkan dengan pel biasa. Hal ini bisa menyebabkan lantai keropos, retak, dan delamination (pengelupasan lapisan permukaan) yang membutuhkan teknik restorasi intensif dengan biaya yang jauh lebih  mahal.

Faktor yang Mempengaruhi Frekuensi Repolish pada Lantai Poles Concrete

lantai beton poles

Umumnya hunian dengan lalu lintas pejalan yang sedang membutuhkan waktu 5-10 tahun untuk dilakukan repolish. Sementara pada bangunan komersil dan industri dengan lalu lintas tinggi membutuhkan frekuensi repolish lebih sering, yakni 2-3 tahun sekali. Selain lalu lintas pengguna lantai poles concrete, faktor apa lagi yang bisa mempengaruhi frekuensi repolish? Berikut penjabarannya.

  1. Tingkat kilap awal. Kilap matte atau doff lebih tahan terhadap perubahan tampilan. Untuk itu, tingkat kilap ini menjadi yang paling lama frekuensi repolishnya. Sementara kilap high glossy menjadi yang paling mudah terlihat kusam. 
  2. Jenis dan kualitas sealer. Sealer yang murah dengan pengaplikasian lebih tipis, cenderung lebih cepat aus. Sealer top coat film lebih mudah aus di area gesek. Sementara sealer penetrating dan guard tentu memiliki daya tahan lebih kuat.  
  3. Metode dan kualitas pengerjaan awal. Proses polishing tidak bisa dilakukan asal-asalan. Karena bisa menyebabkan lantai mudah mengalami goresan dan aus. Kesalahan-kesalahan aplikator non profesional biasanya meliputi tahapan grit yang melompat-lompat, densifier kurang meresap, dan poles finishing yang tidak maksimal. Jika struktur beton dan pori-pori sudah benar-benar tertutup sempurna karena pengaplikasian densifier dan sealer yang tepat, maka kilap akan bertahan lebih lama.

Poles lantai beton di gudang

Untuk pengerjaan poles concrete dengan hasil maksimal, gunakan jasa kontraktor Mandor Pro yang sudah berpengalaman menangani berbagai permasalahan lantai concrete. Konsultasi terkait kondisi lantai dan penanganan terbaik juga bisa Anda lakukan untuk menghasilkan lantai pioles yang menawan.

  1. Pola dan cara pembersihan harian. Keausan lantai poles concrete juga bisa disebabkan karena kesalahan pembersihan. Penggunaan pel kering berdebu bisa menyebabkan gesekan mikro. Sementara pemakaian pembersih asam bisa merusak lapisan sealer.
  2. Jenis aktivitas  yang terjadi di atas lantai. Aktivitas berat seperti troli dengan roda yang kasar, mendorong alat berat, dan mesin produksi, bisa menyebabkan aus di jalur-jalur tertentu.
  3. Jenis beton dan kualitasnya. Kekuatan minimal beton untuk dapat dilakukan poles concrete adalah 25 MPa atau setara K300. Semakin kuat beton, tentu lebih baik, karena lebih awet dan tidak mudah aus.

Itulah faktor-faktor yang mempengaruhi frekuensi repolish. Mengenali tanda-tanda kerusakan sejak dini akan menjaga lantai tetap awet dan ekonomis.

Anda juga bisa membaca artikel Kesalahan Umum Sealer Lantai Poles Concrete untuk mendapatkan insight yang lebih banyak lagi.