Apa itu sealer dalam Poles Concrete? Sealer adalah bahan pelindung cair yang diaplikasikan setelah proses grinding. Fungsinya untuk menutup pori-pori beton, meningkatkan kekerasan permukaan, meningkatkan ketahanan terhadap noda, dan memberikan efek mengkilap.
Dari fungsinya, diketahui bahwa sealer menjadi bahan kimia penting dalam proses poles concrete. Untuk itu, perlu tim aplikator handal seperti Mandor Pro untuk hasil poles yang menawan. Karena, jika terjadi kesalahan dalam memilih sealer, maka tampilan lantai terlihat keruh dan menguning, terlalu licin, terjadi pengelupasan, sealer tidak bisa terserap ke permukaan dengan baik, dan meningkatkan resiko melekatnya noda dan kotoran secara permanen.
Untuk itu, sebelum memutuskan mengaplikasikan poles lantai concrete, maka perlu memahami pula jenis-jenis sealer dan cara memilihnya. Berikut penjabarannya.
Jenis-jenis Sealer untuk Lantai Poles Concrete

Secara garis besar, sealer dibagi menjadi dua bagian, yakni penetrating sealer sebagai pengeras dan topical sealer sebagai pelindung lapisan. Untuk fungsinya, simak penjelasan berikut ini.
Penetrating Sealer atau Densifier.
Dia bekerja dengan cara meresap ke dalam pori-pori concrete dan bereaksi dengan kalsium hidroksida sehingga menciptakan struktur kristal yang keras dan padat. Hal ini akan membuat lantai concrete tidak mudah berdebu karena gesekan dan lebih tahan lama.
Sealer ini berfungsi untuk memberikan tampilan alami karena mampu menyerap ke dalam pori, memberikan ketahanan jangka panjang, mencegah tumbuhnya jamur, lumut, dan kerusakan alkali, serta meningkatkan daya rekat cat.
Topical Sealer
Topical sealer tersedia dalam tiga macam bahan kimia. Ketiganya memiliki kelebihan masing-masing.
Pertama, epoxy sealer yang memberikan perlindungan superior terhadap bahan kimia, beban berat, dan tumpahan. Sealer jenis ini cocok untuk lantai industri dan garasi.
Kedua, Polyurethane sealer yang memberikan perlindungan superior, tahan goresan, tahan noda minyak, serta mampu melindungi dari sinar UV sehingga cocok untuk area outdoor.
Ketiga, Acrylic sealer yang menjadi pilihan paling ekonomis. Sealer ini memberikan efek glossy, mudah diaplikasikan, dan umumnya digunakan pada area interior.
Dalam dunia poles concrete, densifier digunakan terlebih dahulu untuk proses pengerasan beton. Baru kemudian diberi sealer untuk perlindungan terhadap noda.
Cara Memilih Sealer Poles Concrete yang Tepat

Memilih sealer yang tepat untuk proses poles concrete memiliki dampak jangka panjang. Penggunaan sealer tidak hanya berdampak pada estetika, tetapi juga daya tahan. Kesalahan pemilihan sealer akan membuat lantai lebih mudah mengalami keretakan sehingga frekuensi perbaikan berlangsung lebih cepat dari seharusnya. Hal ini tentu merugikan dari segi ekonomi.
Untuk itu, diperlukan pengetahuan dalam memilih sealer yang tepat untuk memoles concrete/ beton. Simak penjabaran dari artikel Mandor Pro kali ini.
Sesuaikan dengan Lokasi.
Tentukan dari awal bagian mana yang akan dipoles. Jika bagian outdoor, maka gunakan sealer jenis polyurethane (PU) karena tahan cuaca extrem. Sementara untuk area indoor atau interior, pilih sealer jenis acrylic atau epoxy.
Pilih Berdasarkan Kebutuhan.
Gunakan polyurethane untuk hasil kilap yang baik dan daya tahan yang tinggi. Sealer jenis ini membentuk lapisan yang tebal dan memberikan perlindungan terhadap goresan dan bahan kimia. Namun, jika Anda membutuhkan sealer yang lebih ekonomis dan mudah diaplikasikan, maka gunakan pelapis acrylic. Sealer ini juga cocok untuk digunakan dalam DIY.
Tentukan Hasil Akhir.
Jika Anda menghendaki tampilan yang mengkilap, maka penggunaan sealer epoxy atau polyurethane glossy merupakan pilihan yang tepat. Sementara, tampilan akhir matte (tidak mengkilap) dapat memanfaatkan top coat dengan matting agent. Sealer ini sempurna untuk menyembunyikan ketidaksempurnaan permukaan lantai.
Pakai Jasa Aplikator

Pakailah jasa aplikator handal berpengalaman seperti Mandor Pro untuk mengurangi resiko kegagalan pengaplikasian sealer.
Sebagai tambahan pengetahuan untuk kondisi lantai concrete baru, pastikan concrete sudah dalam kondisi kering sempurna dan sudah mencapai kekuatan penuh agar sealer dapat bereaksi maksimal. Umumnya, hal ini bisa dicapai dalam 23 hari.
Selain itu, dalam penerapan pengaplikasian lapisan, sebaiknya gunakan dua kali lapisan tipis, dengan masing-masing setebal 100 mikron, alih-alih mengaplikasikan satu kali lapisan tebal. Hal ini dilakukan untuk mendapatkan hasil akhir yang lebih halus dan mengurangi resiko kecacatan.
Untuk mengetahui jenis-jenis poles concrete, Anda bisa mengunjungi artikel Cara Memilih Jenis Poles Concrete untuk Berbagai Ruangan. Pada artikel Mandor Pro ini juga terdapat pembahasan tentang pengaruh jenis poles terhadap tampilan dan fungsi lantai.