Pengaplikasian poles concrete pada hunian, area komersil, dan industri kini tengah marak dilakukan. Selain karena harganya yang lebih ekonomis, lantai jenis ini juga tidak kalah kuat, aman, dan estetik dibanding lantai granit, marmer, ataupun epoxy. Tidak heran jika banyak orang yang ingin menggunakannya.
Ada banyak jenis poles concrete yang bisa diterapkan, tetapi sebaiknya ketahui dulu cara memilihnya. Mengapa? Karena hal ini berhubungan dengan kesesuaian gaya, kesesuaian area aplikasi, efisiensi energi karena mampu memantulkan cahaya dan tingkat keamanan ketika basah.
Sebagai contoh, jenis poles beton concrete dengan tingkat kilap tinggi tidak selalu cocok dan elegan di semua ruangan. Untuk ruangan outdoor dengan kemungkinan terkena air, maka tingkat kilap ini akan meningkatkan resiko terpeleset karena lantai menjadi lebih licin. Tak hanya itu, poles high gloss juga lebih mudah terlihat saat terkena noda. Dengan lalu lintas penggunaan yang tinggi, maka alih-alih lantai terlihat menawan malah terlihat kumuh dan tidak terawat.
Cara Memilih Jenis-jenis Poles Concrete

Jenis poles concrete tidak hanya berhubungan dengan tingkat kilap saja. Namun, juga tingkat ekposur agregat, dan metode pengerjaannya. Maka, simak penjabaran berikut ini untuk lebih memahami cara memilih jenis-jenis polesnya.
Tentukan Tingkat Kilapnya.
Ada tiga macam jenis kilap yang perlu diketahui, yakni matte, semi glossy, dan high glossy. Tingkat kilap matte memiliki hasil akhir yang sedikit mengkilap, bahkan juga cenderung tidak mengkilap. Area yang cocok untuk jenis ini adalah area outdoor, area dengan lalu lintas yang tinggi, dan gudang.
Sementara semi glossy merupakan tingkat kilap menengah dan memantulkan cahaya dengan sangat jelas. Dimana tingkat kilap ini cocok untuk restoran, gedung perkantoran, dan sekolah.
Selanjutnya tingkat kilap high glossy yang menghasilkan lantai sangat mengkilap dan reflektif, cocok untuk area pameran, showroom, atau ruang tamu yang menekankan tampilan dengan estetika tinggi.
Pilih Tingkat Ekposur Agregat.
Ada tiga tingkatan, yakni cream, salt/ pepper, dan full agregat. Tingkat ekposur cream yang hanya menggunakan sedikit atau bahkan tanpa agregat, merupakan poles dangkal. Teknik ini hanya menghilangkan lapisan atasnya saja, sehingga tampilannya halus dan rata.
Untuk tingkat ekposur salt/ pepper menggunakan agregat halus. Metode ini menggunakan penggilingan ringan yang mengekspos agregat kecil. Menghasilkan tampilan permukaan bintik-bintik layaknya garam dan merica.
Sementara full agregat dilakukan dengan penggilingan intensif yang mengekspos agregat besar di dalam beton. Hasilnya, tekstur permukaan terlihat lebih kuat.
Tentukan Metode Pengerjaan
Terdapat tiga macam metode pengerjaan, yakni polish concrete (grind and polish), grind and seal, dan polished overlay. Polish concrete diawali dengan penggilingan beton lalu dipoles bertahap. Berikutnya, ditambahkan densifier/ pengeras untuk menghasilkan permukaan kilap yang alami dan tahan lama.
Grind and seal memanfaatkan lapisan sealer yang terbuat dari epoxy atau polyurethan untuk menghasilkan kilap setelah proses penggilingan beton ringan. Teknik ini dinilai lebih cepat, tetapi perlu dilakukan pelapisan ulang secara berkala.
Sementara polished overlay merupakan proses pengaplikasian beton baru di atas beton lama. Teknik ini efektif untuk memperbaiki lantai beton concrete yang rusak.
Perhatikan Kondisi Beton.

Poles concrete hanya bisa dilakukan pada beton dengan kekuatan minimal 25 MPa, rata, dan tidak retak agar mendapatkan hasil yang maksimal.
Perhatikan Area Peruntukan.
Area yang mudah terkena basah seperti outdoor, dapur, kamar mandi, dan lainnya hendaknya menggunakan sealer anti slip untuk meningkatkan keamanan.
Gunakan Aplikator Berpengalaman
Aplikator berpengalaman seperti Mandor Pro untuk hasil poles yang maksimal. Dengan adanya portofolio dengan proyek serupa, menunjukkan bahwa kontraktor sudah mumpuni dengan jasa poles tersebut.
Pengaruh Jenis Poles Concrete pada Tampilan dan Fungsi Lantai

Dari penjabaran di atas, diketahui bahwa tingkat kilap akan memberikan tampilan dan pantulan cahaya yang berbeda-beda. Selain itu, penentuan eksposur agregat juga akan memberikan identitas tertentu terhadap ruangan. Keunikan yang ditampilkan akan memungkinkan kustomisasi sehingga memberikan perbedaan pada lantai concrete.
Poles concrete secara umum meningkatkan kekuatan dan daya tahan lantai beton, tidak menghasilkan debu gesekan, serta tahan terhadap pengelupasan. Lantai juga lebih mudah dibersihkan karena permukaannya yang licin.
Baca juga artikel Stamped Concrete: Solusi Lantai Beton Dekoratif dengan Harga Terjangkau untuk mendapatkan insight terkait beton cetak untuk area outdoor yang menawan.