Pada dasarnya tahapan pasang poles area pedestrian sangat bergantung pada bahan material yang digunakan, maka selain mengetahui bahan material yang digunakan. Penting juga untuk mengetahui seperti apa tahapan pasang poles area pedestrian, karena area pedestrian yang baik tidak hanya sekadar untuk dibuat saja. Melainkan juga ada perencanaan yang matang, di pasang, hingga perawatan dengan prinsip-prinsip teknik yang tepat. Dan pada kesempatan kali ini Mandor Pro ingin membagikan sedikit penjelasan tentang tahapan pasang poles area pedestrian.
Cari Tahu Tahapan Pasang Poles Area Pedestrian

Proses pasang poles area pedestrian bukanlah sebuah teknik belaka, tetapi juga merupakan sebuah siklus kerja terkait tahapan pasang poles area pedestrian. Yang mana hal ini mencakup keamanan, kenyamanan, keindahan, hingga umur layan suatu jalur pejalan kaki, Adapun tahapannya sebagai berikut.
Perencanaan dan Persiapan
Tahapan pertama ini menjadi salah satu pondasi dari kesuksesan proyek pasang poles area pedestrian, tahapan ini meliputi beberapa langkah seperti.
- Survei dan insvestigasi lapangan
Langkah pada tahapan pasang poles area pedestrian ini meliputi beberapa kegiatan, diantaranya seperti memetakan kontur tanah, menguji daya dukung tanah, mengidentifikasi dan menandai posisi popa air, kabel listrik, fiber optik dan saluran gas.
- Desain teknis dan spesifikasi
Pada tahapan pasang poles area pedestrian yang satu ini, meliputi beberapa kegiatan yang mencakup penentuan rute dan lebar (umumnya untuk dua orang berpapasan minimal 1.5 – 2 meter, di area komersial, dengan lebar mencapai 3-5 meter), memilih jenis material permukaan berdasarkan anggaran, estetika, beban hingga lingkungan, merancang kemiringan permukaan yang ideal kurang lebih sekitar 2-3% ke arah saluran pembuangan, serta memastikan desain aksesibilitas memastikan desain memenuhi standar inklusif dengan lebar minimal 1,2 meter pada jalur dan kemiringan ramp maksmimal 1:12, juga pemasangan jalur pemandu untuk tunanetra.
Pelaksanaan Pemasangan

Tahapan pasang poles area pedestrian yang satu ini berupa proses pemasangan atau instalasi bahan material untuk area pedestrian. Tahapan ini mencakup beberapa tahap konstruksi fisik diantaranya, mulai dari membersihkan vegetasi, sampah dan material sisa, hingga memadatkan tanah dasar menggunakan mesin stamper. Kemudian dilanjutkan dengan menggali parit untuk pemasangan pipa drainase dengan kemiringan minimal 0.5% dan diarahkan ke titik pembuangan atau resapan biopori, lalu setelahnya membuat lapisan pondasi, lapisan pengikat hingga pemasangan material permukaan.
Penyelesaian dan Finishing
Jika sudah melakukan tahapan pasang poles area pedestrian yang kedua, maka bisa dilanjutkan ke tahap penyelesaian dan finising. Yang mana tahap ini meliputi beberapa pekerjaan kecil mulai dari pengisian sambungan bahan material permukaan, pembentukan tekstur permukaan, pemasangan elemen pendukung, dan pembersihan akhir
Pengendalian Mutu dan Pemeliharaan Awal
Tahapan pasang poles area pedestrian yang terakhir tak lain terkait pengendalian mutu dan pemeliharaan awal, tahap ini umumnya meliputi pengujian kepadatan lapisan pondasi dan sampel silinder beton untuk pengujian kuat tekannya. Disamping itu pada pemeliharaan awal, umumnya berupa proses curing yang mana beton akan dijaga kelembapannya selama minimal 7 hari dengan disiram atau dilapisi curing compound untuk menghindari retak. Bahkan untuk area yang sudah jadi, juga diberi pembatas dan tanda selama masa curing untuk mencegah akses sebelum benar- benar siap.
Contoh Area Pedestrian

Selain tahapan pasang poles area pedestrian yang perlu dibahas, yang tidak kalah penting untuk diketahui tak lain mengenai contoh area pedestrian. Belakangan ini seiring dengan berkembangnya sebuah tren baru mengenai kesadaran kesehatan, tentu membuat banyak kota yang memberikan area khusus pedestrian. Beberapa contoh area pedestrian yang ada di Indonesia sebagai berikut.
- Kawasan Pedestrian Malioboro Yogyakarta
- Kawasan Pedestrian Asia Afrika Bandung
- Kawasan Pedestrian Pantai Losari Makassar
- Kawasan Pedestrian Slamet Riyadi Solo
- Kawasan Pedestrian Braga Bandung
- Kawasan Pedestrian Kota Tua Jakarta dan Semarang
- Kawasan Pedestrian dan Ruang Terbuka Hijau Taman Kota 2 BSD
Beberapa contoh kawasan pedestrian di atas memang menjadi salah satu tempat menarik yang wajib dikunjungi, dengan tahapan pasang poles area pedestrian tentu akan memberikan dampak pada keberhasilan proyek area atau kawasan pedestrian itu sendiri. Tidak hanya itu saja, dari beberapa contoh kawasan pedestrian di atas, semuanya mampu membuat nilai ekonomi juga ikut bertambah karena banyak dikunjungi oleh para wisatawan. Namun di luar dari tahapan pasang poles, cari tahu lebih lanjut lewat artikel Struktural dan Fungsional, Berikut Komponen Pasang Poles Area Pedestrian.