Pengecatan Eksterior, Bagaimana Caranya?

Table of Contents

Sebelum melakukan pengecatan, ada baiknya kita mempelajari karakter dari cat dan bangunan agar kita dapat menghindari kesalahan-kesalahan berikut:

  1. Memilih cat yang tidak sesuai dengan material bangunan
    Penggunaan bahan material pada dinding bangunan berpengaruh pada jenis cat yang digunakan.
  2. Tidak memilih cat dengan kualitas tinggi
    Cat eksterior harus memiliki kualitas yang tinggi seperti memiliki daya rekat cat yang baik sehingga menghasilkan hasil akhir yang lebih halus. Selain itu, cat harus memiliki ketahanan warna yang cukup lama, memiliki ketahanan yang tinggi terhadap air, tidak mudah berjamur dan berlumut, weatherproof dan waterproof, serta tidak mudah terkelupas.
  3. Tidak memperhatikan jenis cat
    Pastikan lagi untuk menggunakan cat khusus untuk eksterior. Penggunaan cat interior untuk pekerjaan pengecatan di bagian luar ruangan akan menyebabkan retak-retak dan pengelupasan cat akibat paparan suhu yang tinggi atau rendah. Begitu pula dengan penggunaan cat eksterior pada pekerjaan pengecatan di dalam ruangan akan memberikan dampak yang membahayakan kesehatan tubuh akibat senyawa yang dikandung oleh cat eksterior.
  4. Tidak memperhatikan kondisi cuaca pada saat melakukan pekerjaan pengecatan
    Pemilihan waktu pengecatan sangat penting dilakukan karena dapat berpengaruh pada hasil akhir dari pengecatan itu sendiri. Pengecatan lebih baik dilakukan pada musim kemarau dibandingkan pada musim penghujan karena cat membutuhkan waktu yang lebih lama untuk kering sempurna.
Setelah mempelajari hal-hal di atas, kita dapat melakukan pekerjaan pengecatan eksterior. Berikut adalah langkah-langkah yang harus dilakukan dalam Pengecetan Eksterior agar didapatkan hasil yang memuaskan dan tahan lama :
  1. Melakukan pengecekan pada dinding yang akan dicat
    Sebelum mengecat, hal pertama yang harus dilakukan adalah mengecek dinding. Pengecekan ini dilakukan untuk mengetahui apakah terdapat bagian dinding kotor atau berdebu. Pastikan juga plesteran pada dinding sudah benar-benar kering dan halus. Jika terdapatkan lubang atau keretakan, tutuplah dengan dempul hingga permukaan dinding benar-benar halus. Dengan begitu, pengecatan dapat dilakukan dengan maksimal.
  2. Memilih produk cat khusus untuk eksterior
    Pemilihan produk cat untuk pengecatan eksterior sangat penting dilakukan agar dapat mengoptimalkan fungsi dari cat tersebut. Cat eksterior memiliki ketahanan yang lebih terhadap paparan cuaca, kelembapan, kotoran, dan jamur dibandingkan dengan cat interior sehingga penggunaan cat khusus eksterior sangat diperlukan untuk menjaga keawetan warna dinding.
  3. Memilih warna cat
    Pemilihan warna cat sangat penting dilakukan agar tercipta kesesuaian dalam desain.
  4. Menyediakan alat-alat yang dibutuhkan dalam proses pengecatan
    Sebelum melakukan pengecatan dinding, siapkanlah beberapa alat berikut untuk mempermudah dan mempercepat proses pengecatan
    • Cat
    • Bak cat
    • Kuas
    • Roller (untuk pengecatan ruangan yang luas)
    • Amplas
    • Dempul
    • Tangga
    • Alas penampung tetesan cat (koran atau kain kanvas)
  5. Melakukan pencampuran cat dengan water base atau solvent
    Pencampuran cat dengan water base atau solvent bertujuan untuk menghasilkan cat yang tahan lama, rata, dan halus. Campurkan juga 10% air ke dalam cat agar warna cat lebih optimal. Aduklah cat hingga merata dan tidak ada gumpalan pada campuran cat.
  6. Melakukan pengecatan warna dasar
    Pengecatan warna dasar cukup dilakukan sebanyak satu lapisan agar dapat mencegah serangan alkali yang terkandung pada campuran semen dan menambah daya lekat cat.
  7. Melakukan pengecatan dengan hati-hati
    Pengecatan harus dilakukan dengan teliti dan hati-hati agar dihasilkan warna yang merata. Lakukan pengecatan pada lapisan pertama dan dilanjutkan ke lapisan kedua saat lapisan pertama sudah kering sempurna. Pengecatan dapat menggunakan roller atau kuas. Roller dapat mempermudah dan mempercepat pengecatan pada area yang luas. Sedangkan kuas dapat digunakan untuk menjangkau area yang lebih sempit agar tidak terjadi kesalahan dan menjaga kerapian cat. Pengecatan sebaiknya dikerjakan dalam satu kali pengerjaan agar warna yang dihasilkan merata.
  8. Menghapus tetesan cat pada permukaan yang terkena tetesan cat
    Segeralah menghapus tetesan cat yang menempel karena apabila terlalu lama dibiarkan, tetesan cat akan sulit dibersihkan. Sisa cat dapat dibersihkan dengan thinner.
  9. Mencuci peralatan yang digunakan
    Pembersihan kuas dari sisa cat dapat mengembalikan fleksibilitas kuas. Anda dapat membersihkan peralatan pengecatan dengan thinner atau rendaman cuka dan sabun.

Artikel di atas adalah penjelasan lengkap tentang teknik pengecatan dinding eksterior bangunan. Selanjutnya akan dibahas pula teknik pengecatan dinding interior bangunan. Baca artikel Teknik Pengecatan Interior untuk informasi lebih lanjut! 

Leave a Comment