Dalam pasang poles area pedestrian tidak hanya tentang proses pasang poles itu sendiri, tetapi juga ada banyak detail masalah pasang poles area pedestrian yang kerap terjadi. Maka dari itu, Mandor Pro ingin membahas sedikit tentang masalah pasang poles area pedestrian yang kerap kali terjadi, untuk mempelajari lebih jauh simak penjelasannya pada artikel berikut ini.
Pelajari Masalah yang Terjadi Pada Saat Pasang Poles Area Pedestrian
Seperti yang sempat disebutkan sebelumnya, masalah pasang poles area pedestrian menjadi salah satu yang perlu mendapatkan perhatian khusus. Proses pasang poles area pedestrian yang tidak baik, tentu akan menimbulkan banyak masalah baik bagi kontraktor, vendor, maupun pengguna area pedestrian itu sendiri.
Masalah Pasang Poles Area Pedestrian
Penting untuk mempelajari beberapa masalah pasang poles area pedestrian yang mungkin saja dapat terjadi, diantaranya sebagai berikut.
Masalah pada Tahap Perencanaan dan Persiapan
Masalah pasang poles area pedestrian memang dapat terjadi dalam berbagai tahapan, salah satunya pada tahap perencanaan dan persiapan. Pada tahap ini, umumnya dapat terjadi beberapa masalah seperti.
- Ketinggian desain yang tidak sesuai seperti trotoar yag jadi lebih tinggi atau lebih rendah dari bahu jalan, dan/ jalan masuk garasi, bahkan permukaan toko. Sehingga dapat menyebabkan bahaya tersandung atau terjadinya genangan
- Tidak mempertimbangkan utilitas bawah tanah yang dapat menyebabkan kerusakan pada pipa air/gas, kabel listrik, atau fiber optik saat penggalian
- Kemiringan trotoar yang tidak dihitung dengan benar juga dapat menyebabkan air menggenang dipermukaan setelah hujan
- Pemilihan material yang tidak sesuai beban juga dapat menjadi masalah, contoh seperti pemilihan beton dengan mutu rendah. Atau bisa juga memilih material poles uang dapat menjadi licin saat basah, sehingga dapat meningkatkan risiko penjalan kaki terjatuh
Masalah pada Tahap Subgrade dan Base Course
Masalah pasang poles area pedestrian pada tahap subgrade dan base course, terdapat beberapa poin diantaranya seperti.
- Alat pemadat yang tidak memadai hingga tanah dasar yang tidak stabil dapat menyebabkan masalah, hal ini karena dapat menyebabkan penyusutan dan ambles tidak merata sehingga permukaan pedestrian bergelombang atau turun
- Pemadatan lapis pondasi tidak sempurna, material berkualitas rendah, hingga keteblan material kurang dari yang ditentukan dapat menimbulkan daya dukung yang lemah. Bahkan paving blok/ beton di atasnya mudah retak atau ambles
Masalah Pada Tahap Pemasangan
Masalah pasang poles area pedestrian pada tahap pemasangan terbagi menjadi tiga poin, yang mana meliputi.
- Jarak antar sambungan tidak konsisten hingga pemukulan yang tidak merata, ini tidak hanya menyebabkan tampilan tidak rapi, mudah dimasuki rumput/rayap, mudah lepas, hingga menyebabkan tinggi rendahnya permukaan.
- Mulai dari campuran beton yang tidak proporsional, pemadatan dengan vibrator yang tidak memadai, waktu perawatan yang singkat, hingga sambungan dilatasi yang tidak dipasang. Beberapa hal tersebut dapat menyebabkan berbagai masalah mulai dari menimbulkan rongga udara, mudah retak, tidak mencapai kekuatan maksimal, hingga beton retak tidak terkendali akibat muai susut
- Juga terdapat masalah pada kelurusan dan ketinggian seperti patok acuan sering bergeser, hal ini menyebabkan garis trotoar berkelok, tinggi tidak seragam, dan sulit untuk disambung ke fasilitas lain
Masalah Pada Finishing dan Drainase
Sama seperti masalah pasang poles area pedestrian pada empat tahap sebelumnya, pada tahap ini juga terdapat beberapa masalah diantaranya.
- Pasir untuk pengisi sela paving blok tidak bersih atau tidak dipadatkan dengan baik, sehingga pasir cepat hilang terbawa air/ hujan dan juga dapat membuat paving blok menjadi goyah
- Sambungan dengan pohon, tiang lampu, atau saluran air tidak rapat, hingga ramp untuk difabel tidak dibuat atau kemiringannya tidak sesuai dengan standar. Sehingga dapat menyebabkan masalah seperti meninggalkan celah berbahaya
- Lubang drainase tertutup, atau posisinya lebih tinggi dari permukaan trotoar. Bahkan permukaan trotoar justru miring ke arah bangunan, sehingga dapat menyebabkan sistem drainase permukaan yang terhambat.
Masalah Pasca Pemasangan
Ada beberapa masalah pasang poles area pedestrian yang terjadi pasca pemasangan contohnya seperti, beban berlebih yang dapat menyebabkan kerusakan prematur, gulma atau akar pohon tumbuh di sela-sela atau di bawah permukaan, mendorong dan merusak kestabilan. Selain itu juga, bolong-bolong bekas galian yang diperbaiki secara asal-asalan juga dapat menyebabkan masalah bagi pengguna trotoar
Masalah Management Proyek dan Koordinasi Kontraktor
Yang tidak kalah penting dari masalah pasang poles area pedestrian adalah berhubungan dengan management proyek dan koordinasi.
- Kerap kali terjadi konflik mengenai akses, kemiringan, atau desain depan properti
- Tidak sedikit kontraktor yang tidak diawasi dengan ketat dan dapat mengambil jalan pintas
- Atau bahkan pembayaran yang tersendat juga dapat menyebabkan pekerjaan terburu-buru
Beberapa masalah pasang poles area pedestrian di atas, selain perlu Anda ketahui juga perlu dipelajari. Hal ini bertujuan agar lebih memudahkan dalam melakukan eksekusi pasang poles area pedestrian, untuk mengetahui lebih dalam tentang masalah pasang poles area pedestrian, Anda juga bisa baca artikel Strategi Komprehensif untuk Penanganan Masalah Pasang Poles Area Pedestrian.


