Halusnya Lantai Beton Tempat Beraktivitas dengan Floor Hardener

Table of Contents

Selain itu, penggunaan floor hardener bertujuan agar permukaan lantai bebas dari debu atau kotoran yang bertebaran karena pori-pori permukaan lantai beton yang telah dibuat memiliki pori-pori yang lebih kecil apabila dibandingkan dengan cor beton biasa. Floor hardener biasanya digunakan pada lantai basement, area parkir, ruang garasi, pabrik industri, gudang, pelabuhan, dan area-area lainnya yang biasanya terjadi lalu lintas perpindahan barang, seperti mobil, truk, dan alat-alat berat pengangkut. Hal ini dikarenakan pada area-area tersebut terjadi banyak sekali gesekan dan beban antara barang dengan permukaan lantai.

Klasifikasi Menurut Agregat yang Digunakan

Apabila dirunut sesuai klasifikasi agregat yang digunakan, floor hardener dapat dibedakan menjadi 4 tingkat kekerasannya. Pada tingkat kekerasan nomor 1, menggunakan agregat beton biasa dimana kekerasan ini bertujuan untuk memenuhi kebutuhan menahan beban yang ringan. Tingkat kekerasan ini biasanya digunakan dalam rumah tempat tinggal sederhana atau bengkel sepeda. Pada tingkat kekerasan nomor 2, menggunakan agregat silika untuk beban ringan sampai sedang.

Tingkat kekerasan nomor 3, menggunakan agregat emery untuk kebutuhan beban sedang sampai berat dengan intensitas lalu lintas perpindahan beban yang lebih tinggi daripada tingkat kekerasan nomor 3, seperti pelabuhan logistik atau ruang parkir sebuah mall besar. Pada tingkat kekerasan floor hardener paling tinggi, yaitu nomor 4, menggunakan serbuk besi / pasir besi untuk kebutuhan beban sedang hingga berat. Tingkat kekerasan nomor 4 ini sudah sangat jarang digunakan di Indonesia.

Klasifikasi Menurut Campuran Materialnya

Floor hardener dapat dibedakan berdasarkan campuran materialnya menjadi dua macam, yaitu natural dan metallic. Floor hardener natural adalah campuran bahan floor hardener menggunakan bahan material agregat, pasir, semen dan lain-lain tanpa tambahan bahan besi. Floor hardener natural dengan tingkat kekerasan nomor 1 hingga nomor 3 termasuk ke dalam kategori floor hardener natural.

Sementara itu, floor hardener metallic adalah campuran bahan material floor hardener yang memanfaatkan tambahan besi ke dalamnya. Tujuan dari bahan tambahan besi dimasukkan ke dalam campuran beton adalah agar meningkatkan kuat tekan dan kekakuan beton. Namun, campuran metallic ini sudah mulai ditinggalkan karena harga yang relatif mahal, menimbulkan karat yang cepat, serta pengaplikasian dan perawatan yang rumit, meskipun keberadaannya banyak tersebar di daerah Tasikmalaya.

Pada kebutuhan tertentu, campuran pewarna dapat ditambahkan pada floor hardener baik natural maupun metallic guna meningkatkan ketahanan terhadap bahan kimia. Namun, di sisi lain campuran pewarna ini tidak cocok dengan situasi area yang dingin, mencair, atau memiliki kandungan asam dan garam. Warna-warna yang biasanya ditawarkan dalam bahan campuran pewarna berbentuk serbuk dari pigmen ini adalah merah, hijau, dan abu-abu.

Ketebalan floor hardener biasanya berkisar antara 1-3 mm, tergantung dari banyaknya serbuk yang ditaburkan pada campuran beton yang telah diaplikasikan untuk membuat permukaan lantai. Semakin tebal lapisan floor hardener yang dibuat, berarti semakin banyak / berat serbuk yang ditabur. Pada floor hardener dengan tebal 1 mm, serbuk yang ditabur seberat 3 kg/m2. Floor hardener dengan ketebalan 2 mm memerlukan berat serbuk sebesar 5 kg/m2. Pada tingkat ketebalan floor hardener 3 mm, seberat 7 kg/m2 ditaburkan pada pembuatan permukaan floor hardener.

Penuang Beton Sebelum Diberikan Floor Hardener
Penuangan beton pada proses pembuatan lantai sebelum diberikan floor hardener
Floor Hardener
Kegiatan Pelaksanaan Floor Hardener

Langkah Pengaplikasian Floor Hardener

Ada beberapa proses langkah yang harus dilakukan dalam pengaplikasian floor hardener. Pada pembuatan floor hardener disarankan sebaiknya menggunakan sistem kotak catur. Sistem ini dapat membantu dalam perataan permukaan beton lantai (setting) sebagus mungkin dan meminimalisir tingkat kemiringan pada proses roskam nantinya. Apabila air pada permukaan lantai sudah tidak terlihat, maka penaburan serbuk floor hardener dapat dilakukan.

Langkah pertama dalam pengaplikasian floor hardener adalah penaburan pertama dilakukan dengan dosis sebanyak 2/3 dari yang ditentukan. Permukaan lantai dapat diratakan dengan roskam kayu setelah penaburan floor hardener pertama selesai. Kemudian pada penaburan kedua, sisa 1/3 dosis ditaburkan secara menyilang yang dapat disusul roskam kayu dan roskam besi. Ketika 1 jam seusai penaburan kedua, perataan permukaan lantai dapat menggunakan mesin trowel agar hasil lebih maksimal dalam kehalusan, kepadatan, dan kerataannya.

Mesin Trowel
Contoh Mesin Trowel

Setelah 2-3 jam selesai dikerjakan, lantai dapat diberikan curing compound. Tujuan dari pemberian curing compound ini untuk mencegah penguapan air beton dengan menutup pori beton agar lantai dapat dibersihkan dengan mudah nantinya. Lantai yang sudah jadi sebaiknya tidak boleh terkena air atau hujan setelah 48 jam pengerjaan dan sebaiknya tidak boleh dipakai selama 1 minggu setelah pengerjaan lantai floor hardener selesai. Area-area beton terbuka seperti plat dak sebaiknya ditutup dengan goni basah untuk mengurangi tingkat keretakan setelah proses pemberian curing compound.

Hal-hal yang menjadi faktor penting yang harus diperhatikan dalam pengaplikasian floor hardener agar kinerjanya dapat konsisten baik adalah dari cara pengerjaan yang baik, penyusutan beton yang diperhatikan seperti menggunakan plastic cor dan melakukan curing, mutu beton dipilih kualitas terbaik, pemilihan floor hardener yang bagus, tebal pelat yang cukup dan jumlah pengecoran yang pas. Faktor-faktor ini diperhatikan agar tidak terjadi keretakan dan kerusakan yang terjadi pada floor hardener karena pada dasarnya kekurangan pada floor hardener tergantung dari kekurangan beton itu sendiri.

Floor hardener pada dasarnya adalah material yang digunakan untuk meningkatkan kekerasan dan daya tahan permukaan lantai beton. Material ini biasanya ditaburkan pada beton yang masih basah, kemudian diratakan dan dihaluskan menggunakan alat yang disebut trowel. Anda bisa mempelajari lebih lanjut tentang trowel pada artikel  Fungsi dan Manfaat Trowel Beton

Leave a Comment