Memiliki Nilai Estetik, Lantai Parket (Parquette) Menjadi Alternatif Bangunan Masa Kini

Table of Contents

Penggunaan kayu menjadi bahan utama lantai diaplikasikan sejak era kolonial antara tahun 1607-1780, di mana ketersediaan bahan kayu untuk pembuatan lantai begitu melimpah. Orang-orang amerika mulai meninggalkan lantai biasa dan memasang lantai kayu di rumah mereka untuk menjaga kehangatan. Pada saat itu jenis kayu yang digunakan untuk pembuatan lantai adalah spesies pohon lokal. Melihat sejarah perjalanan lantai yang terbuat dari kayu, tidak mengherankan jenis lantai satu ini jika tetap menarik hati orang banyak. Terlebih lagi dengan kualitas kelas satu yang ditawarkan oleh lantai kayu. Bahkan lantai kayu outdoor terbukti bisa bertahan lama hingga puluhan tahun, tentunya dengan teknik perawatan yang benar dan sesuai.

Lantai Parket
Ilustrasi Lantai Parket

Karakteristik utama dari lantai parket adalah lapisan atasnya berupa lapisan tipis (venir) sedangkan bagian bawahnya dapat berupa jenis Multiplek atau ply wood atau sering juga disebut kayu lapis. Dengan proses engineering, Veneer ini di tempelkan pada salah satu permukaan multiplek. Proses penempelan ini menggunakan mesin industrial khusus dan bahan lem yang berkualitas tinggi sehingga mendapatkan daya rekat yang sangat kuat. Bagi sebagian orang lantai kayu memiliki keunikan yang tidak akan didapatkan dari lantai keramik ataupun batu, karena corak dan warna kayu sangat khas dan selalu berbeda antara yang satu dengan lainnya, maka pastinya lantai parket yang ada di rumah yang satu akan berbeda coraknya dari lantai parket yang ada di rumah yang lain. 

Seiring dengan perkembangan teknologi, lantai parket memiliki beberapa jenis yang memiliki keunikan dan kelebihannya tersendiri. Semakin bagus jenis lantai yang digunakan, tentunya harga yang ditawarkan juga lebih besar. Harga lantai parket dipatok sekitar Rp 150.000 hingga Rp 450.000 per meter perseginya.

Jenis lantai parket diantaranya adalah:
  1. Lantai Parket Solid
    Lantai parket solid merupakan lantai kayu yang menggunakan bahan utama berupa kayu asli. Penggunaan kayu asli sebagai bahan utama tentunya memiliki daya tahan yang lebih tahan lama. Selain itu, karena menggunakan material kayu asli maka semakin lama dipakai maka semakin cantik tampilannya.
  2. Multiplex
    Selain itu ada juga jenis multiplek dimana lantai kayu jenis ini sifatnya tidak benar-benar alami karena material yang digunakan bukan kayu asli saja. Ada dua lapisan inti pada lantai kayu jenis ini. Pertama ada serbuk kayu dan yang kedua adalah kayu solid atau asli.
    Lantai kayu bahan multiple memiliki ketahanan pada suhu atau cuaca lebih kuat daripada kayu solid. Hal ini karena ada lapisan pelindung khususnya pada paparan sinar UV, suhu, dan kelembapan. Lantai kayu ini sangat cocok digunakan pada ruangan seperti taman indoor atau bisa juga pada area dapur.
  3. Reclaimed
    Selanjutnya ada lantai kayu parket olahan yang ramah lingkungan atau memiliki konsep green building. Lantai jenis ini dibuat dari material kayu bekas yang diolah kembali. Selain sangat ramah lingkungan, harga dari lantai kayu ini tentu jauh lebih murah dibandingkan dua jenis lantai kayu sebelumnya. Lantai parket jenis reclaimed biasa digunakan pada restoran, kantor, atau ruang keluarga. Tampilan dari lantai parket reclaimed ini sangat unik karena memiliki pola, warna, dan bentuk motif tersendiri.
  4. Lantai Kayu Parket Laminate
    Lantai kayu parket jenis laminate memiliki karakteristik tidak berbeda jauh dengan jenis reclaimed. Lantai kayu parket jenis laminate biasa digunakan untuk lantai pada kantor atau area komersial. Hal ini karena lantai ini memiliki nilai estetika yang tinggi, tampilan dari lantai ini terlihat mewah meski harganya sangat terjangkau. Ketahanan lantai ini juga cukup lama meski tetap harus memperhatikan kelembaban ruang karena masih ada elemen kayu asli pada lantai jenis ini.

Pemasangan lantai parket termasuk mudah dan dapat dilakukan dengan mandiri. Tahap pertama dalam pemasangan lantai parket adalah mempersiapkan permukaan & mengukur ketinggian lantai. Selanjutnya ratakan & bersihkan permukaan lantai yang akan dipasangi lantai kayu. Setelah permukaan lantai bersih, lumuri lantai dengan lem kayu secara merata dan ratakan lem pada permukaan lantai dengan menggunakan Kape. Penggunaan lem tidak perlu terlalu banyak apalagi terlalu sedikit, usahakan memberikan lem kayu dengan sangat rata pada bagian permukaan lantai.

Setelah permukaan lantai sudah dilapisi oleh lem, maka bisa langsung menyusun lempengan parket kayu. Setiap lempengan parket memiliki sistem penguncian agar satu sama lainnya menyatu dengan kuat. Metode pemasangan parket ini ada beberapa macam, antara lain ialah herringbone, susun bata dan juga mozaik. Setelah lantai parket selesai dipasang, selanjutnya dilakukan pengamplasan pada permukaan lantai parket supaya permukaan parket terasa lebih halus. Proses amplas ini bisa dilakukan oleh mesin yang bernama sanding machine. Setelah diamplas, selanjutnya lantai parket dilakukan finishing atau coating untuk memberi lapisan pelindung pada lantai.

Penerapan lantai parket pada bangunan tentunya memiliki beberapa keunggulan disbanding dengan lantai lainnya. Diantaranya adalah memberikan nuansa yang indah dan elegan, mudah untuk dibersihkan, awet dan tahan lama, memiliki tekstur yang hangat, dan memiliki harga yang cukup terjangkau. 

Namun, disamping adanya beberapa keunggulan dari penerapan lantai parket, tentunya ada kekurangan dari penerapan jenis lantai tersebut. Diantaranya adalah berpotensi lapuk dan pudar warna, harus memiliki perawatan yang teratur, licin dan mudah membuat tergelincir, dan dapat menimbulkan suara.

Tentunya penggunaan lantai parket pada bengunan memiliki keunggulan dan kekurangan tersendiri berdasarkan kebutuhan bangunan tersebut. Yang terpenting adalah penggunaan lantai pada bangunan dapat optimal dan dapat sesuai dengan jenis bangunan, serta tentunya memiliki budget yang pas untuk menggunakan jenis lantai yang tepat.

Leave a Comment