Stamped Concrete : Solusi Lantai Dekoratif dengan Harga Terjangkau

Lantai beton dekoratif kini menjadi tren menarik di tengah berbagai macam material lantai. Salah satu teknik yang dikenal umum digunakan adalah stamped concrete. Dimana teknik poles ini menggabungkan antara fungsi estetika dan fungsional.

Secara estetika, stamped concrete memiliki fleksibilitas desain. Dia bisa dibentuk menyerupai batu alam, bata, fosil, hingga kayu. Warnanya pun juga bisa disesuaikan. Hal ini tentu akan mempercantik properti dan meningkatkan kesan visualnya. Karena sifatnya mencetak beton basah dengan berbagai bentuk dekoratif, maka memungkinkan adanya kustomisasi, sehingga area luar lebih terasa personal.

Sementara itu, teknik ini dinilai fungsional karena memiliki daya tahan tinggi terhadap cuaca extrem, tidak mudah retak, dan kuat. Perawatannya juga lebih mudah dibanding material asli. Belum lagi tingkat keamanannya juga bisa diatur karena bisa di berikan tekstur anti slip. Maka tidak heran jika teknik pencetakan beton ini semakin populer. Mengingat harga yang ditawarkan juga lebih ekonomis.

Apa itu Stamped Concrete?

concrete cetak di area outdoor

Stamped Concrete (beton cetak/ berpola) merupakan teknik dekoratif dengan cara mencetak beton basah dengan meniru pola dan tekstur material alami. Teknik ini menggunakan cetakan (stamped) khusus sehingga memberikan kesan estetis dengan harga terjangkau. Proses pencetakan ini juga melibatkan bahan kimia yakni hardener dan sealer.

Jika dibedakan dengan beton biasa, tentu berbeda dari segi tampilan. Beton biasa (plain concrete) memiliki tampilan polos dan berwarna abu-abu standar. Prosesnya pun lebih sederhana hanya dengan pengecoran beton standar.

Namun, tidak semua konstruksi cocok menggunakan baton cetak. Struktur bangunan utama, fondasi, dan jalan raya (kecuali area dekoratif), harus menggunakan beton biasa. Faktor biaya serta ketahanan terhadap beban berat dan berulang menjadi pertimbangan utama.

Stamped Concrete bisa diaplikasikan di berbagai area yang membutuhkan peningkatan faktor estetika. Pada area publik, teknik ini biasa digunakan pada trotoar, taman kota, jalur pejalan kaki, lobby hotel/ mal/ kafe, tepi kolam renang, dan area bundaran (rondaboat). Sementara pada area perumahan, diaplikasikan pada halaman rumah, carport,  garasi, teras, taman dan jalan setapak (driveway).

Proses Pengerjaan Stamped Concrete

concrete cetak di area driveaway

Berbeda dengan poles concrete yang meningkatkan tampilan pada lantai beton yang sudah ada, stamped concrete dibangun oleh kontraktor dari awal. Karena itu, proses pengerjaannya dimulai dari persiapan area dan lantai kerja. Berikut tahapan proses lengkapnya.

Persiapan Area

Awalnya, tanah dipadatkan, bisa ditambahkan dengan pasir urug atau batu pecah yang dipadatkan (makadam). Kemudian dipasang bekisting (kayu/ triplek) dan wire mesh (kawat baja) untuk memperkuat strukturnya.

Pengecoran Beton

Adonan beton dituang dan diratakan (screeding) dengan menggunakan alat bantu yang terbuat dari aluminium yang tidak mudah melengkung. Kemudian, beton dibiarkan mengalami curing secukupnya. Lama proses curing tergantung cuaca. Semakin panas cuacanya, maka prosesnya juga semakin cepat.

Pewarnaan Awal (Colour Hardener)

Saat beton dalam kondisi setengah kering, bubuk hardener disebar merata ke atas permukaan beton. Proses ini dilakukan dengan cermat hingga permukaan beton tertutup warna dengan sempurna. Colour hardener tidak hanya berfungsi sebagai pewarna utama, tetapi juga sebagai adiktif yang membantu meningkatkan mutu beton.

Pencetakan Pola (Stamping)

pencetakan pola stamped concrete

Sebelum dilakukan pencetakan, release agent disebar sedikit demi sedikit tanpa diratakan. Biasanya ukuran tebarannya hanya 0,2kg/m2. Bahan ini berfungsi sebagai warna efek. Selanjutnya, beton baru bisa dicetak dengan pola dan tekstur tertentu dengan menggunakan cetakan motif. Pencetakan ini dilakukan saat beton dalam kondisi 80% kering.

Pewarnaan Detail (Accent Colour)

Proses kali ini merupakan pewarnaan sekunder. Dimana penambahan warna bisa dilakukan dengan kuas untuk memberikan efek bayangan atau kedalaman. Tujuannya untuk meningkatkan tampilan alami pola.

Pembersihan dan Finishing

Setelah beton mengering sempurna, residu release agent dan kotoran dibersihkan dengan menggunakan air, sedikit sabun, dan disikat secara manual. Bisa juga dengan menggunakan air bertekanan untuk proses yang lebih cepat. Selanjutnya, biarkan beton mengering dengan sendirinya.

Pengaplikasian Sealer

Ketika beton mengering sempurna, pengaplikasian sealer coating dilakukan. Proses ini akan memperlihatkan pola dan warna pada beton. Release agent juga akan muncul dengan sendirinya. Beton baru bisa digunakan setelah 2-3 jam setelah pengaplikasian.

Lapisan ini berfungsi untuk melindungi beton dari noda, sinar UV, air, dan memberikan tampilan akhir yang mengkilap dan matte.

Setidaknya, ada dua kunci keberhasilan dari tahapan proses stamped beton concrete, yakni dikerjakan oleh tenaga ahli dan pemilihan pola dan warna yang tepat untuk menghasilkan permukaan beton yang sesuai keinginan.

Untuk itu, gunakan kontraktor profesional Mandor Pro yang sudah berpengalaman menangani berbagai tipe dan permasalahan konstruksi. Jasa stamped concrete maupun poles concrete pada lantai beton lama atau rusak pun bisa ditangani dengan mudah oleh tim ahli Mandor Pro. Untuk konsultasi lebih lanjut, Anda bisa menghubungi kontak yang tersedia.

Baca juga artikel Jangan Salah Kaprah!  Ini Cara Efektif Jaga Keawetan Stamped Concrete, untuk mempertahankan nilai estetikanya.