Cari Tahu tentang Analisis Pemilihan Material Pasang Poles Pedestrian

Pada artikel sebelumnya sempat disebutkan mengenai analisis pemilihan material pasang poles pedestrian memiliki hubungan yang erat dengan faktor yang mempengaruhinya. Jika pada artikel sebelumnya sudah membahas mengenai faktor yang mempengaruhi analisis pemilihan material pasang poles area pedestrian, pada kesempatan ini Mandor Pro ingin membahas juga mengenai analisis pemilihan material. Seperti apa penjelasannya mengenai analisis pemilihan material pasang poles area pedestrian, berikut penjelasannya.

Analisis Pemilihan Material Pasang Poles Area Pedestrian

ilustrasi area pedestrian

Memiliki hubungan langsung dengan faktor analisis pemilihan material pasang poles area pedestrian, analisis pemilihan material pasang poles area pedestrian merupakan sebuah proses strategi yang dapat menentukan keberhasilan dari proyek itu sendiri. Oleh sebab itu, penting untuk memahami dan mengetahui terkait bagaimana analisis pemilihan material pasang poles area pedestrian yang tepat, berikut analisisnya. 

Falsafah Pemilihan Material

Analisis pemilihan material pasang poles area pedestrian merupakan sebuah proses strategis multidimensi yang menentukan keberhasilan jangka panjang untuk ruang public. Meterial disini bukan hanya sekadar pelapis fisik saja, melainkan juga sebagai pembentuk pengalaman, penentu daya tahan dan perncerminan identitas kawasan. Sehingga hal ini menjadi salah satu keseimbangan yang kompleks anatara kinerja teknis, interaksi manusia, dampak ekologis, dan realitas ekonomi.

Prinsip Dasar dan Filosofi Perancangan 

Sebelum berbicara lebih jauh tentang analisis pemilihan material pasang poles area pedestrian, prinsip dasar dan filosofi perancangan memiliki tiga landasan filosofis diantaranya.

  • Human-Centered Desain, Material harus melayani manusia dengan naman, nyaman dan inklusif bagi semua usia dan kemampuan
  • Life Cycle Thinking, Material dinilai dari ekstraksi sumber daya, produksi, pemasangan, pemeliharaan, hingga akhir masa pakainya 
  • Contextual Harmony, Material harus berdialog dengan konteks budaya, historis, dan lingkungan alam sekitarnya

Kerangka Analisis 7 Dimensi

ilustrasi area pedestrian

Inti poin dari analisis pemilihan material pasang poles area pedestrian terletak pada poin ketiga ini, beginilah kerangka analisis 7 dimensi. 

  • Analisis Fungsional dan Beban
  • Analisis Konteks Lingkungan
  • Analisis Keberlanjutan dan Siklus Hidup
  • Analisis Biaya Siklus Hidup
  • Analisis Perawatan dan Ketahanan
  • Analisis Keselamatan dan Aksesibilitas
  • Analisis Estetika dan Psikologi Persepsi

Kerangka untuk Pemilihan Material untuk Komponen Utama

ilustrasi area pedestrian

Dalam analisis pemilihan material pasang poles area pedestrian, analisis 7 dimensi memang tidak kalah penting. Namun disamping itu, kerangka pemilihan material untuk komponen utama juga sama pentingnya.

  • Permukaan Jalur (Walking Surface), material utama untuk komponen ini terdiri dari. 

  1. Paving Blok Beton, jadi salah satu material yang dapat dipertimbangkan karena bersifat modular, permeable, dan perbaikan mudah. Jika ingin menggunakan bahan material ini, pilihlah ketebalan minimal 8 cm untuk pedestrian dengan kuat tekan K350 dan sistem sambungan interlock
  2. Pelat Beton (Concrete Slab), memang tidak ada salahnya menggunakan material ini karena memiliki permukaan rata monoklitik, dan memiliki aksesibilitas tinggi. Anda bisa mempertimbangkan untuk menggunakan mutu tinggi (fc 30 MPa), sistem expansion joint tiap 5m, dan tekstur broom finish untuk anti-slip
  3. Batu Alam (Granit, Basalt), menggunakan material ini juga perlu dipertimbangkan karena sangat awet, memiliki estetika tinggi, dan nilai SRI baik. Pilihlah permukaan “flamed” atau “bush-hammered” untuk slip resistance dengan mengutamakan sumber lokal
  • Pembatas (Curbs dan Bollards)

  1. Beton Precast, material ini bisa menjadi pertimbangan karena kokoh, tahan impact, dan biaya instalasi relatif rendah. Selain itu, cukup ideal untuk pembatas tetap (curb) di tepi zona
  2. Baja/ Besi Tempa, salah satu yang menjadi bahan pertimbangan penggunaan material ini tak lain karena estetis dan dapat didesain artistik. Sehingga dapat dipilih untuk bollard dekoratif di taman kota, gunakan galvanis atau powder coating 
  3. Batu Alam, material ini memiliki keunggulan dari sisi keawetan dan juga natural, jadi cocok untuk digunakan pada kawasan heritage atau high-end
  • Furnitur dan Pasang Poles

  1. Baja Galvanis, bahan material satu ini terbilang kuat dengan harga yang kompetitif, cocok digunakan untuk tiang lampu dan rambu di area dengan beban angin tinggi
  2. Aluminium, berbanding terbalik dengan baja galvanis, bahan material ini terbilang ringan dan tahan korosi alami. Cukup ideal digunakan untuk area pesisir atau untuk tiang dekoratif
  3. Kayu Keras (Hardwood), kayu memiliki kesan hangat dan alami, namun perlu dipertimbangkan penggunaannya karena hanya dapat digunakan untuk area tertentu dengan kayu kelas 1 yang diawetkan

Dari beberapa penjelasan di atas mengenai analisis pemilihan material pasang poles area pedestrian, dapat dilihat bahwa analisis pemilihan material ini juga menjadi sangat penting. Karena hal ini tidak hanya sekadar pasang poles area pedestrian saja, tetapi juga mencakup lingkungan area pedestrian itu sendiri. Setelah mengetahui tentang analisis pemilihan materialnya, pelajari juga tentang Faktor Analisis Pemilihan Material Pasang Poles Area Pedestrian