Beda Cara Pemadamannya, Cek 6 Jenis Kelas Api Berikut Ini!

insiden kebakaran

Jika pada artikel sebelumnya sempat membahas tentang sistem hydrant dan sprinkler, tentu hal ini erat kaitannya dengan jenis api. Tahukah Anda bahwa terjadinya sebuah kebakaran merupakan salah satu hal yang juga perlu diperhatikan, khususnya pada jenis-jenis api yang menyebabkan kebakaran tersebut. Hal ini karena dapat mempengaruhi bagaimana penanganan pemadaman api tersebut, penasaran dengan jenis jenis api berikut penjelasannya.

Kenali Jenis- Jenis Api dan Metode Pemadamannya

kebakaran

Dalam penanganan kebakaran tentu harus mengenal jenis api terlebih dahulu, sehingga dapat lebih mudah menemukan metode apa yang akan digunakan untuk proses pemadamannya. Dalam hal ini jenis-jenis api akan diklasifikasikan berdasarkan bahan bakar dan juga metode cara pemadamannya.

Jenis- Jenis Api

Ada beberapa jenis api yang dapat diklasifikasikan berdasarkan bahan bakarnya, yang mana setiap jenis api memiliki metode pemadaman yang spesifik. Sehingga dalam penggunaan sistem hydrant dan sprinkler memiliki efektifitas yang berbeda untuk setiap jenis api.

  • Api kelas A menggunakan bahan bakar benda padat seperti kayu, kertas, kain dan plastis
  • Api kelas B, bahan bakarnya berupa cairan dan gas yang mudah terbakar atau meledak contohnya seperti bensin, minyak, cat, dan LPG
  • Api kelas C, umumnya bahan bakar jenis api ini berupa peralatan listrik yang berenergi, umumnya terjadi korsleting, panel Listrik, atau motor
  • Api kelas D, jenis api kelas ini bahan bakarnya berupa logam yang mudah terbakar seperti magnesium, titanium, sodium, dan lithium
  • Api kelas K, bahan bakar jenis api kelas K ini merupakan minyak dan lemak masak, contohnya seperti minyak goreng atau lemak hewan yang berpotensi terjadi di dapur-dapur komersial
  • Kebakaran Baterai Lithium-Ion, jenis kelas ini umumnya terjadi karena bahan bakar dari baterai lithium-ion pada kendaraan listrik, gadget, atau penyimpanan energi

Metode Cara Pemadaman Api

Setelah mengetahui jenis api yang digolongkan berdasarkan bahan bakarnya, tentu akan jauh lebih mudah untuk menemukan caa pemadamannya. Tidak hanya itu saja, dengan mengetahui jenis api, Anda juga dapat lebih mudah dalam menemukan media yang dapat digunakan untuk memadamkan api-api tersebut. Berikut cara pemadaman api berserta media pemadamnya.

  • Api kelas A, umumnya sangat efektif jika menggunakan sistem hydrant atau sprinkler, hal ini karena air dapat mendinginkan bahan dan memutus panas. Proses pemadamannya bisa dengan menggunakan air, busa atau APAR.
  • Api kelas B tidak efektif jika menggunakan sistem hydrant atau sprinkler, hal ini sebabkan karena pancaran air dapat menyebabkan cairan terbakar. Cara pemadamannya umumnya dapat dilakukan dengan memutus oksigen dengan menggunakan CO2 atau serbuk kimia kering, tidak disarankan menggunakan air karena dapat menyebarkan api.
  • Api Kelas C sangat berbahaya jika menggunakan sistem hydrant atau sprinkler, hal ini karena air dari kedua sistem tersebut memiliki risiko menghantarkan listrik dan memberikan sengatan. Cara pemadamannya tak lain dengan memutus daya listrik terlebih dahulu dan menggunakan media pemadaman non-konduktif seperti CO2, atau serbuk kimia kering
  • Api kelas D juga sangat berbahaya jika menggunakan sistem hydrant atau sprinkler, karena air pada kedua sistem tersebut dapat memperparah reaksi kimia dari logam. Cara pemadaman jenis api kelas D ini dengan pemadaman khusus yang menggunakan serbuk kimia kering khusus untuk menyerap panas dan menyelimuti, perlu diketahui memadamkan jenis api ini menggunakan air dapat memicu ledakan
  • Api kelas K juga tidak efektif dan berbahaya jika menggunakan sistem hydrant atau sprinkler, hal ini karena air dapat memmberikan cipratan kepada minyak panas yang dapat memperbesar api. Cara pemadamannya dengan cara pendinginan dan pembentukan sabun (sapinification), misalnya menggunakan APAR wet chemical
  • Baterai Lithium-Ion, jika menggunakan sistem hydrant dan sprinkler efektifitasnya terbatas. Karena air memang cukup efektif untuk mendinginkan dan mencegah thermal runaway, tetapi dibutuhkan volume air yang lebih besar. Cara pemadamannya bisa dengan meminta bantuan agen pemadam khusus.

Hubungan Jenis-Jenis Api dengan Sistem Hydrant dan Sprinkler

ilustrasi kebakaran

Dari jenis api yang diklasifikasikan berdasarkan bahan bakarnya dan cara pemadamannya, tentunya dapat dilihat tentang efektifitas sistem hydrant dan sprinkler dalam penanggulangan kebakaran. Walaupun hanya efektif dan aman untuk memadamkan kebakaran api kelas A, bukan berarti sistem ini tidak dapat berfungsi sama sekali. Sistem ini juga tetap bisa menjadi langkah penanggulangan awal pertama kebakaran untuk gedung atau bangunan Anda. Namun seperti apa hubungan jenis api dengan sistem hydrant dan sprinkler, berikut penjelasannya.

Sistem Hydrant

Merupakan sebuah sistem yang dapat menyediakan air dengan volume besar untuk petugas memadamkan kebakaran api kelas A yang sudah membesar. Namun pada dasarnya, pertugas yang sudah terlatih tidak akan menggunakan sistem hydrant untuk memadamkan api kelas B, C, D, atau K karena dinilai terlalu berbahaya dan berisiko

Sistem Sprinkler

Sistem sprinkler dirancang khusus untuk melindungi area dengan bahan bakar kelas A, umumnya dapat digunakan pada gedung perkantoran, hotel, maupun gudang umum. Dan biasanya sistem ini juga dirancang aktif otomatis pada tahap awal api.

Dari jenis api yang dijabarkan di atas, memang terdapat perbedaan penanganan berdasarkan klasifikasi bahan bakarnya. Dan tidak semua jenis api dapat dipadamkan dengan sistem hydrant dan sprinkler, khususnya untuk bangunan dengan risiko kebakaran campuran, tentu harus dilengkapi dengan sistem proteksi khusus seperti sistem busa, gas, maupun wet chemical. Untuk mengetahui lebih jauh tentang sistem hydrant dan sprinkler, baca juga artikel tentang Mana yang Lebih Efektif, Sistem Hydrant atau Sprinkler?