Epoxy Self Levelling, Solusi Kokoh, Rata, dan Estetik untuk Lantai Baru Gedung Anda!

ilustrasi epoxy lantai 1 1

Setiap orang tentu menginginkan lantai yang kokoh, rata dan juga estetik, tentu epoxy self levelling dapat menjadi solusi untuk masalah yang sedang Anda hadapi. Epoxy self levelling sendiri merupakan salah satu jenis epoxy lantai yang menggunakan komponen resin dan harderner, yang mana penggabungan keduanya dapat memberikan permukaan lantai yang tahan lama. Untuk memahami lebih dalam tentang epoxy self levelling, simak penjelasannya pada artikel berikut ini. 

Anatomi Material dan Prinsip Reaksi Kimia Epoxy Self Levelling

epoxy lantai gudang

Seperti yang disebutkan sebelumnya bahwa epoxy self levelling merupakan jenis epoxy lantai yang menggabungkan dua komponen, untuk itu Anda perlu juga memahami terkait tentang anatomi material, komposisi dan fungsinya. Bahkan yang tidak kalah penting, mungkin juga perlu mengetahui bagaimana prinsip reaksi kimia epoxy self levelling. 

Anatomi Material Epoxy Self Levelling 

Pada paragraf sebelumnya sempat disebutkan bahwa epoxy self levelling memiliki anatomi material yang terdiri dari komponen penyusun dan perannya. Seperti apa anatomi material epoxy self levelling yang meliputi komponen penyusun dan perannya, berikut daftar yang dapat Mandor Pro bagikan. 

  • Resin Epoxy, dengan presentasi kurang lebih sekitar 50% – 70%, matriks polimer utama menentukan fleksibilitas adhesi. Resin epoxy ini umumnya memiliki karakteristik dengan berat molekul 350-400 g/mol, dengan nilai epoxy sekitar 5,2 – 5,5 eq/kg.
  • Hardener, umumnya menggunakan presentasi 30% – 50%, berfungsi sebagai pemacu cross-linking yang dapat menentukan waktu pengeringan dan pengerasan. Material ini memiliki nilai amine 200-300 mg/KOH/g, dengan berat molekul 200-400 g/mol.
  • Pengisi (Filler), biasanya menggunakan presentasi mulai dari 0% – 40%, materiang yang ketiga ini memiliki fungsi sebagai modifikator sifat mekanik yang dapat mengurangin penyusutan. Material ini juga memiliki karakteristik kritis seperti silika mikro, aluminium trihidrat, dan serat mikro. 
  • Aditif Khusus, material ini hanya digunakan kurang lebih sekitar 1% – 5%, yang bertujuan sebagai pengatur aliran, pelepasan gelembung, dan pigmentasi. Jenis material yang ini juga memiliki karakteristik surfaktan, defoamer, pewarna anorganik, dan UV stabilizer.

Prinsip Reaksi Kimia

Pada penerapan aplikasi epoxy self levelling, jenis epoxy ini memang menggunakan prinsip reaksi kimia dan fisika dalam prosesnya. Yang mana proses pengerasan terjadi melalui reaksi adisi nukleofilik dimana gugus amine dari harderner menyerang cincin epoxy yang tertekan, dan membentuk jaringan tiga dimensi yang saling terikat dan sering disebut dengan cross-linking polymer network yang bersifat:

  • Eksotermik, sifat ini merupakan reaksi melepaskan panas mulai dari 80-120 kJ/kg campuran
  • Irreversibel, sifat ini merupakan mutlak yang mana jika sudah terbentuk tidak dapat dilelehkan kembali
  • Bergantung Rasio Stoikiometri, merupakan ketepatan rasio resin banding hardener dan menjadi salah satu hal krusial dalam proses pencampuran kedua komponen tersebut, karena proses pencampuran kedua komponen tersebut dapat mempengaruhi sifat akhir. 

Keunggulan Dasar Serta Inovasi dan Evolusi Epoxy Self Levelling 

lantai gudang setelah epoxy

Selain mengetahui tentang anatomi material dan prinsip reaksi kimia epoxy self levelling, yang tidak kalah penting untuk Anda ketahui adalah keunggulan dasar serta inovasi dan evolusi epoxy self levelling. Dengan mengetahui keunggulan dasar serta inovasi dan evolusi epoxy self levelling, ini dapat menjadi salah satu bahan pertimbangan ketika Anda memilih menggunakan epoxy self levelling. 

Keunggulan Dasar Epoxy Self Levelling

Sama seperti jenis epoxy yang lainnya, epoxy self levelling juga memiliki keunggulan dasar, di antaranya: 

  • Ketidakrataan mikroskopis, keunggulan ini dapat meratakan variasi tinggi hingga 3mm per meter linear tanpa bantuan mekanis
  • Jenis epoxy self levelling juga memiliki waktu curing terprediksi, jadwal proyek dapat direncanakan. Sehingga dapat memiliki akurasi kurang lebih sekitar 15%
  • Epoxy self levelling juga unggul dalam hal ketahanan kimia multi-aksen, hal ini karena jenis epoxy ini mampu stabil terhadap pH mulai dari 2-12 secara berkelanjutan, bahkan jenis epoxy ini juga sebagian besar tahan terhadap pelarut organik
  • Salah satu keunggulan yang sangat terkenal tak lain usia pakai ekstensi, yang mana dapat meningkatkan umur beton dasar hingga kurang lebih 200% dengan proteksi integral

Inovasi dan Evolusi Epoxy Self Levelling 

Sama seperti dengan yang lainnya, epoxy self levelling juga memiliki inovasi dan evolusi teknologi tersendiri. Tentunya ini juga menjadi salah satu keunggulan yang dimiliki oleh jenis epoxy ini, seperti apa perkembangan material generasi terbaru untuk epoxy self levelling, berikut Mandor Pro bagikan inovasi dan evolusinya. 

  • Sistem Hybrid Epoxy-Urethana, inovasi ini menjadi salah satu sistem dengan cara mengkombinasi, kekerasan pada epoxy dan fleksibilitas pada urethana menjadi salah satu kombinasi yang dapat dilakukan dalam proses aplikasi lantai epoxy.
  • Epoxy Nano-Partikel, evolusi yang satu ini juga merupakan salah satu proses penguatan dengan silika nano (15-40 nm), bertujuan untuk meningkatkan resisten abrasi hingga 300%
  • Formulasi Bio-Based, dengan memanfaatkan teknologi. Inovasi satu ini menggunakan resin dari sumber terbarukan seperti minyak nabati dengan kandungan bio yang mencapai kurang lebih 50%
  • Smart Epoxy dengan Self-Healing, inovasi ini menggunakan mikro kapsul penyembuh yang aktif saat keretakan mikro terjadi, sehingga dapat meminimalisir terjadinya keretakan mikro.

Epoxy self levelling memang dapat menjadi salah satu jenis epoxy lantai yang dapat diterapkan di beberapa lantai, tidak heran jika beberapa tahun belakangan ini memang cukup tren epoxy lantai. Untuk mengenal lebih dalam tentang epoxy  self levelling, baca juga artikel tentang Cari Tahu Tentang Karakteristik, Sifat, dan Mekanisme Aplikasi Epoxy Self Levelling.