Simak Langkah-Langkah Perawatan dan Pengelolaan Fire Protection System

Perawatan dan pengelolaan instalasi fire protection system terdiri dari :

  1. Pemeriksaan dan pemeliharaan sistem deteksi kebakaran setiap 1 tahun sekali. Pengujia/ pemeriksaan dilakukan secara acak. Pemeliharaan alat detektor dilakukan dengan melakukan pembersihan pada alatnya.
  2. Pembersihan kabel koneksi secara berkala setiap 6 bulan sekali. Peralatan yang dibersihkan antara lain panel distribusi, kotak hubung, fire control panel, tegangan baterai, tegangan UPS, annunciator panel, dan bell.
  3. Pengujian dan pengaturan instalasi sistem pemadam kebakaran agar pengoperasian instalasi tepat dan memelihara kendala yang dialami selama pengoperasian. Selain itu juga dilakukan perbaikan alat dan sistem jika terjadi suatu masalah.
Fire System
Sistem instalasi pemadam kebakaran yang paling penting salah satunya adanya fire alarm. Fire alarm merupakan perangkat untuk mendeteksi adanya asap, api, dan karbon monoksida. Fire alarm  akan mengeluarkan suara untuk memperingatkan orang-orang di dalam bangunan tersebut. Sistem ini perlu dilakukan perawatan agar tetap berfungsi dengan baik.

Tips Perawatan Fire System

Berikut ini merupakan tips merawat fire system :

  1. Pengujian sensor alarm kebakaran dan kalibrasi perangkat sensor alarm kebakaran.
  2. Pengujian suara alarm kebakaran pada saat sensor alarm kebakaran di uji dan melakukan simulasi kebakaran. Pengujian dan simulasi sebaiknya dilakukan dengan didampingi seseorang yang profesional di bidang ini.
  3. Mengatur tingkat sensitivitas alarm kebakaran dengan standar dan panduan dari detektor/ sensor yang dipasang.
  4. Pengujian input alarm kebakaran dengan layanan darurat dan melakukan koordinasi pengujian dengan pemadam kebakaran.
  5. Pemeriksaan korosi pada baterai alarm kebakaran serta tanggal kadaluarsa. Sebaiknya dilakukan penggantian baterai 1 tahun sekali.
Fire System 2
Selain fire alarm, peralatan instalasi pemadam kebakaran yang harus dilakukan perawatan dan pengelolaan adalah alat pemadam kebakaran.

Tips Perawatan APAR

Berikut ini adalah tips perawatan APAR :

  1. Melakukan pengecekan terhadap keutuhan segel tabung pada bagian leher tabung lalu mengembalikannya pada posisi semula. (Tips ini dilakukan untuk tabung tipe cartridge)
  2. Membersihkan APAR dari debu, kotoran, dan air untuk mencegah korosi. Jika sudah ada karat juga harus dibersihkan. Membersihkan dengan menggosok tabung dengan kain yang basah lalu dilap dengan kain kering. Setelah itu olesi dengan sedikit solar dan membersihkan tabung dengan kain kering lagi.
  3. Menghindari pembekuan cairan di dalam tabung dengan cara bolak-balikan tabung dengan posisi bagian atas di balik ke posisi bawah dan sebaliknya. Membolak-balikkan tabung dilakukan secara perlahan 3-5 kali. (Tips ini dilakukan untuk tabung model portable standard)
  4. Pemeriksaan kondisi terhadap segel, valve, meter pressure, dan selang alat pemadam api.
  5. Pemeriksaan kekuatan posisi bracket apakah sudah menempel sempurna pada dinding. (tips ini dilakukan untuk tabung model portable standard)
  6. Memastikan posisi tabung pemadam api ringan tidak berhadapan langsung dengan sinar matahari dan hujan. Tabung pemadam api ringan sebaiknya diberi penutup/pelindung tabung agar lebih tahan lama dan kualitas tabung terjaga.
  7. Pengadaan kartu perawatan rutin bulanan/tahunan untuk pemeriksaan kondisi tabung sebagai bahan laporan dan juga evaluasi.
Perawatan sistem pemadam kebakaran pada Gedung besar tentunya akan lebih banyak yang harus dilakukan. Semakin besar Gedung maka semakin besar pula sistem pemadam kebakaran yang diterapkan dan dioperasikan. Untuk menjaga fungsi dari sistem pemadam kebakaran tersebut maka diperlukan perawatan dan pemeliharaan yang rutin dilakukan. Perawatan dan pemeliharaan tersebut terdiri dari interval tahunan, 5 tahunan, sampai 10 tahunan. Kegiatan pemeliharaan yang dilakukan antara lain inspeksi alat-alat pada sistem pemadam kebakaran, pemeriksaan fungsi dan kebersihan alat-alat pada sistem pemadam kebakaran, pengetesan beberapa alat yang memiliki sistem sensor dan otomatis, uji hidrostatik dan uji non-destruktif. Selain pemeliharaan berskala tahunan, terdapat pula pemeliharaan berskala mingguan, bulanan, dan setiap 3 bulan sekali. Pemeliharaan yang dilakukan pada skala pemeliharaan tersebut yaitu dilakukan untuk alat-alat yang krusial dan paling utama pada fire protection system yaitu  water spray and springkler systems. Untuk lebih memahami tentang fire protection system baca juga artikel Kenali dan Pahami Fire Protection System pada Bangunan Gedung