Kalau sebelumnya sudah membahas tentang penyebrangan pejalan kaki, kali ini Mandor Pro juga memiliki pembahasan yang jauh lebih menarik tak lain mengenai jalan berkonsep share space pedestrian. Meski masih sama- sama jenis area pedestrian dengan pembahasan yang sebelumnya, jalan berkonsep share space memiliki perbedaan keunikannya tersendiri. Penasaran tentang jalan berkonsep share space ini, simak terus penjelasannya lewat artikel ini.

Jalan berkonsep share space pedestrian juga dikenal dengan istilah ruang bersama, ini merupakan pendekatan desain jalan perkotaan yang secara radikal menghapus pemisahan fisik dan aturan lalu lintas konvensional. Tujuannya untuk menciptakan ruang publik yang aman dan nyaman untuk semua pengguna jalan, baik untuk pejalan kaki, pesepeda, maupun pengendara agar dapat berbagi area yang sama secara setara.
Seperti yang disinggung di atas, jalan berkonsep share space pedestrian memiliki tujuan untuk menciptakan ruang publik agar terciptanya interaksi sosial, ekonomi, dan rekreasi. Dan umumnya memiliki desain fisik dengan permukaan rata tanpa trotoar dan pembatas (curbless), dengan mengandalkan bahan material seperti paving blok, pohon, bangku, dan bollard yang digunakan untuk mengatur alur secara alami. Yang mana diatur dengan kecepatan kendaraan sangat rendah kurang lebih sekitar 5-15 km/ jam, bahkan jalan berkonsep share space ini juga minim rambu dan lampu lalu lintas. Adapun ciri- ciri penerapan desain jalan berkonsep share space pedestrian, sebagai berikut.
- Tidak memiliki ketinggian yang berbeda antara trotoar dan jalan raya, sehingga memudahkan akses bagi pengguna kursi roda dan kereta bayi. Jadi, harus memiliki desain permukaan yang rata dan terintegritasi
- Jalan berkonsep share space pedestrian umumnya menggunakan material pengerasan khusus, contohnya seperti paving blok, beton cetak, atau aspal bertekstur yang dapat menandai area dan memberikan kesan bahwa ini adalah ruang bersama
- Sama seperti area pedestrian yang lainnya, jalan berkonsep share space juga dilengkapi dengan tanaman, lampu penerangan skala manusia, hingga bollard yang ditempatkan secara strategis
- Tidak hanya itu saja, jalan berkonsep share space juga dapat diterapkan di berbagai konsep, baik itu di kawasan komersial, lingkungan pemukiman, hingga jalan dengan volume kendaraan rendah
Jalan berkonsep share space pedestrian menjadi salah satu area pedestrian yang terbilang dengan memadukan konsep urban perkotaan yang kekinian, tetapi bagaimana penerapan jalan berkonsep share space pedestrian tersebut berikut penjelasannya.
- Lakukan analisis lokasi yang tepat
Jalan berkonsep share space umumnya sangat cocok untuk jalan lingkungan perumahan, jalan komersial dengan volume kendaraan rendah hingga sedang, dan area dengan fungsi sosial yang kuat seperti area kampus atau pusat kota dengan tantangan volume kendaraan diatas 90-110 km/ jam
- Gunakan proses partisipatif dan komunikatif
Dalam penerapan jalan berkonsep share space pedestrian tidak hanya melakukan analisis lokasi yang tepat, tetapi juga menggunakan proses partisipatif dan komunikatif. Yang mana melibatkan seluruh warga, pedagang, penyandang disabilitas, serta dinas terkait sejak awal membangun kesepahaman. Tetapi, sosialisasi intensif tentang filosofi dan cara menggunakan ruang baru pedestrian ini juga sangat krusial
- Jangan lupa untuk melakukan adaptasi dan uji coba
Penerapan jalan berkonsep share space pedestrian meliputi tahapan adaptasi dan uji coba, yang mana jalan berkonsep share space ini umumnya memerlukan modifikasi. Hal ini sebagai tahap awal edukasi yang dapat digunakan sebagai penanda sederhana sebelum investasi permanen, contohnya seperti rambu pembatas kecepatan atau merka peringatan
- Pastikan memiliki aksesibilitas yang baik
Dalam jalan berkonsep share space pedestrian tentu aksesibilitas menjadi salah satu poin penting yang tidak boleh diskip, bagi tunanetra aksesibilitas dalam jalan berkonsep share space ini menjadi tantangan tersendiri karena curb dan zebra cross dapat membuat navigasi menjadi salah satu aspek kritis yang sangat sulit. Tetapi dapat dicegah dengan beberapa langkah berikut ini.
- Mempertahankan jalan pemandu tactile paving yang konsisten agar memudahkan eksesibilitas tunanetra
- Atau bisa dengan menyediakan koridor aksesibel yang jelas, bebas dari kendaraan dan halangan
- Jangan lupa juga untuk berkonsultasi dengan perwakilan disabilitas selama proses perencanaan
Jalan berkonsep share space pedestrian memang cukup menarik. Akan tetapi, tentu perlu dipertimbangkan secara matang sebelum memutuskan pasang poles area pedestrian satu ini, tetapi Mandor Pro sebagai jasa kontraktor pasang poles area pedestrian dapat melakukan proyek tersebut. Agar dapat memahami lebih banyak, baca juga artikel mengenai Area Pedestrian untuk Kawasan Komersial.

