Rumah Limasan untuk Hunian Modern dengan Sentuhan Klasik

Apakah Anda tahu rumah limasan? Apa yang ada dibenak Anda ketika mendengar rumah limasan? Jawaban mudahnya mungkin adalah rumah yang berbentuk limas. Ya, kurang lebih betul seperti itu. Rumah Limasan merupakan rumah adat yang memiliki ciri khas penggunaan konstruksi yang kokoh pada bagian atasnya serta memiliki lengkung yang terpisah antara setiap ruangan hingga atapnya berbentuk seperti limas.

Sebagai informasi rumah limasan ini juga pengembangan dari bangunan berbentuk joglo. Kelebihan rumah adat ini adalah sifatnya yang mampu meredam sebuah bencana gempa bumi.

Bentuk Rumah Limasan

Ilustrasi rumah limasan

Rumah limasan memiliki bentuk atap seperti bentuk limas. Rumah adat ini memiliki empat sisi pada area atapnya. Desainnya sangat sederhana, tapi terlihat cantik. Pembuatan bangunan limasan ini lebih mudah bila dibandingkan dengan joglo. Karena dalam rumah limasan tidak ada susunan balok yang disebut tumpang sari sehingga menggunakan kayu lebih sedikit jika dibandingkan dengan joglo.

Tidak seperti rumah biasanya yang hanya beratap genteng atau baja ringan, atap rumah limasan terdiri dari gajah/ brunjung, penanggap, dan penitih. Mungkin nama-nama ini masih asing di telinga orang awam. Kami akan menjelaskan sedikit mengenai hal ini.

Brunjung merupakan atap paling tinggi dengan sudut kemiringan paling tajam pada bangunan tradisional Jawa berbentuk Joglo. Penanggap adalah atap dengan sudut kemiringan lebih landai yang terletak di bawah atap brunjung. Sedangkan penitih adalah balok kayu yang dipasang saling menyilang (secara horizontal) dengan balok kayu lainnya, berfungsi sebagai penyangga balok kayu di atasnya.

Yang mana atap brunjung ini terpisah dari penanggap, atap penanggap terpisah dari atap penitih. Karena baik pada atap penanggap maupun penitih bertumpu pada saka benthung atau bagian dari kerangka rumah kampung berupa potongan balok yang dipasang sebagai alat penyangga atap rumah atau tiang.

Rumah limasan memiliki ruang yang hanya terdiri dari rumah dalem (emper, ruang tengah yang dibiarkan kosong dan senthong). Sebagai informasi, rumah limasan ini sampai sekarang masih banyak digunakan sebagai model rumah masyarakat Jawa di pedesaan.

Bahan Rumah Kayu

Sama seperti rumah kayu pada umumnya, rumah limasan juga memerlukan bahan-bahan yang khusus dalam pembuatannya. Namun, bahan utamanya adalah bata merah tanpa lapisan di bagian luar dan kayu-kayu sebagai penopang.

Beberapa bahan untuk rumah limasan, di antaranya adalah:

  • Soko,
  • pengeret,
  • sunduk kili,
  • blandar pengeret,
  • blandar emper,
  • molo.

Bahan tambahannya lainnya adalah:

  1. Penguat usuk,
  2. penguat cagak,
  3. pracik,
  4. dan gebyok.

Kelebihan Rumah Limasan

Foto rumah limasan

Jika Anda ingin membangun rumah bergaya adat Jawa, rumah limasan punya kelebihan di antaranya sebagai media penahan panas. Karena interior dalam rumah limasan terasa lebih sejuk bila dibandingkan dengan rumah berdinding beton.

Selain itu, rumah limasan ini dapat dijadikan investasi karena tampilan yang unik dan menarik, juga menambah nilai seni dan budaya pada bangunan itu. Selain itu, yang paling penting adalah rumah limasan tahan terhadap cuaca ekstrem bahkan tahan gempa bumi.

Ciri Khas Rumah Kayu Limasan

Ciri khas rumah limasan adalah atapnya yang memiliki ukuran sama panjang dan melengkung, menciptakan bentuk yang indah dan khas berbentuk limas.

Ide Modernisasi

Ilustrasi rumah limasan

Selain digunakan sebagai desain membangun rumah, limasan juga bisa digunakan sebagai ide dalam membangun masjid. Jika Anda ingin membangun rumah atau tempat ibadah dengan nuansa rumah adat, tapi tetap ingin mengikuti model terbaru dari bangunan rumah masa kini, Anda bisa menggunakan desain atap rumah limasan ini.

Bisa Anda bayangkan bagaimana rumah Anda terlihat nantinya, eksotis, klasik dengan atap berbentuk limas, tapi tetap terlihat modern.

Pelajari tentang rumah limasan lebih lengkap pada artikel tentang Soko Kayu Jati untuk Desain Rumah Limasan.

 

 

 

 

 

Leave a Comment