Marmer adalah jenis batuan alam yang memiliki struktur kristal dan pori-pori ringan, sehingga tampilannya berkilau dan berbeda dari jenis batu alam lainnya seperti granit. Berkat tampilannya yang memukau, marmer banyak digunakan untuk interior maupun eksterior rumah, gedung, hotel, tempat ibadah, museum, hingga showroom. Salah satu bagian bangunan yang paling banyak menggunakan marmer adalah lantai, karena mampu memberi kesan mewah dan elegan pada hunian.
Motif marmer terbentuk dari proses metamorfosis batu gamping yang kemudian dipotong menjadi lempengan dan dipoles hingga mengkilap. Sifatnya yang kuat, berat, kokoh, tahan api, dan tidak mudah tergores membuat marmer awet dan sering dijadikan simbol kemewahan sejak zaman istana-istana kuno. Namun demikian, karakteristik marmer yang khas ini membuatnya membutuhkan cara perawatan tersendiri. Jika perawatan dan pembersihan dilakukan sembarangan, kualitas serta kilau marmer bisa menurun.
Masalah yang Sering Terjadi pada Lantai Marmer
Meski tampil cantik secara estetika, lantai marmer rentan tergores dan kehilangan kilaunya apabila terkena bahan kimia, kopi, minyak, dan cairan asam lainnya. Paparan cairan yang terus-menerus juga bisa membuat marmer kusam bahkan lebih mudah retak. Karena itu, marmer lebih ideal digunakan pada area yang tidak terlalu sering terekspos cairan, dan membutuhkan produk serta teknik pembersihan yang tepat agar tetap awet.
Produk Pembersih yang Aman untuk Marmer

Pemilihan produk pembersih yang tepat sangat berpengaruh pada hasil perawatan marmer. Hindari produk pembersih lantai biasa, pembersih ubin keramik, atau bahan apa pun yang bersifat sangat asam maupun sangat basa, karena dapat merusak permukaan marmer. Berikut rekomendasi produk pembersih yang lebih aman digunakan:
- Baking soda – bersifat basa dan tidak asam sehingga aman untuk marmer. Campurkan 1 sendok makan baking soda dengan sedikit air hingga membentuk pasta halus, lalu usapkan dengan kain lembut ke permukaan marmer yang kotor.
- Deterjen atau sabun cuci piring cair – pilih yang berkualitas baik, tidak mengandung asam maupun pemutih berlebih; mudah ditemukan di toko swalayan.
- Amonia – senyawa bersifat basa yang efektif membersihkan marmer, namun harus digunakan hati-hati dengan takaran yang tepat dan perlengkapan safety karena berbahaya jika terhirup, terkena kulit, atau tertelan.
- Hidrogen peroksida – efektif mengangkat kotoran membandel sekaligus membantu menyamarkan goresan pada permukaan marmer.
- Pembersih khusus marmer – diformulasikan sesuai karakteristik marmer sehingga menjadi pilihan paling aman digunakan secara rutin.
Peralatan Yang Digunakan Untuk Membersihkan Marmer

Selain produk pembersih, siapkan juga peralatan berikut agar proses perawatan marmer lebih maksimal dan aman:
- Ember, untuk menampung air bersih yang digunakan membilas marmer setelah proses pembersihan.
- Kain pel berbahan lembut, untuk meratakan cairan pembersih agar kotoran terangkat sempurna.
- Sarung tangan, untuk melindungi tangan dari iritasi saat bersentuhan dengan produk pembersih.
- Masker, untuk melindungi diri dari bau menyengat produk pembersih maupun debu saat proses pembersihan.
- Kain microfiber, digunakan pada tahap akhir untuk mengeringkan sekaligus memoles permukaan marmer agar kembali berkilau.
Langkah-langkah Merawat Lantai Marmer
Setelah produk dan peralatan siap, berikut tahapan merawat lantai marmer dengan benar:
- Gunakan air panas atau air suling saat mengepel, karena lebih efektif mengangkat kotoran dan bebas dari kandungan mineral yang bisa meninggalkan bercak.
- Pilih produk pembersih yang sesuai dengan kondisi marmer dan hindari bahan yang terlalu asam. Campurkan dengan air sesuai takaran, kecuali produk seperti amonia, hidrogen peroksida, atau pembersih khusus marmer yang bisa digunakan langsung.
- Usapkan cairan pembersih secara lembut searah dengan serat atau motif marmer, jangan digosok kasar agar permukaan tidak tergores.
- Gunakan felt pad (bantalan kain berbahan flanel) yang dicelupkan ke cairan pembersih untuk menghilangkan lecet ringan pada permukaan marmer.
- Bilas dengan air bersih, lalu keringkan dan poles permukaan marmer menggunakan kain microfiber hingga kembali mengkilap.
- Aplikasikan sealant secara berkala, biasanya setiap 3-5 tahun sekali tergantung produk dan intensitas penggunaan, untuk melindungi marmer dari noda dan menjaga kilaunya lebih lama.
Dengan mengikuti langkah-langkah di atas secara rutin, risiko kerusakan pada lantai marmer bisa diminimalkan sehingga tampilannya tetap mewah dan elegan dalam jangka panjang. Perawatan marmer sebenarnya tidak sulit, asal menggunakan produk dan teknik yang tepat serta dilakukan secara konsisten.
Jika Anda ingin hasil perawatan yang lebih maksimal atau membutuhkan jasa poles marmer profesional, Anda bisa mempercayakannya pada Mandor Pro. Dengan penanganan yang tepat, permukaan marmer pada rumah atau bangunan Anda dapat kembali tampak berkilau seperti baru.Mandor Pro dapat dihubungi melalui laman Mandor Pro – Spesialis Marmer atau kontak Mandor Pro.