Pada artikel sebelumnya sudah dijelaskan mengenai jenis jembatan berdasarkan bahan materialnya, salah satunya adalah jembatan baja. Jembatan baja sendiri juga memiliki desain yang variatif, tidak hanya itu saja sebelum mengenal desain jembatan rangka baja. Anda perlu mengetahui beberapa jenis jembatan baja berdasarkan mobilitas dan struktur desainnya.
Jenis Jembatan Baja Berdasarkan Mobilitas dan Struktur Desain
Pada artikelnya sudah jelaskan sekilas mengenai jenis jembatan berdasarkan bahan materialnya, tetapi jenis artikel juga bisa digolongkan berdasarkan mobilitas dan struktur desain dari jembatan rangka baja itu sendiri, loh. Adapun jenis jembatan baja berdasarkan mobilitas dan struktur desain sebagai berikut.

Jenis Jembatan Baja Berdasarkan Mobilitas
Jenis desain jembatan rangka baja berdasarkan mobilitas merupakan salah satu jenis jembatan baja dengan menggolongkan kesiapsiagaan untuk dapat digerakan, berdasarkan jenis jembatan baja berdasarkan mobilitas ini terbagi menjadi tiga, yaitu.
1.Jembatan Temporary
Sesuai dengan namanya jembatan baja temporary ini merupakan sebuah jembatan yang bersifat sementara, biasanya jembatan ini dibangun karena sebuah keadaan darurat.
2. Jembatan Fixed
Jenis jembatan baja yang satu ini merupakan sebuah jembatan yang buat secara permanen, sehingga tidak dapat dipindah atau dibongkar. Contohnya seperti jembatan untuk jalan raya, atau perlintasan jalan kereta api.
3. Jembatan Moveable
Berbeda dengan jembatan temporary, meskipun sekilas tampak mirip atau sama faktanya keduanya memiliki perbedaan. Jembatan baja moveable merupakan sebuah jembatan yang bisa dilepas atau pasang, dan biasanya jembatan ini digunakan untuk transfer penumpang pesawat di bandara.
Jenis Jembatan Baja Berdasarkan Struktur Desain
Jenis jembatan berdasarkan struktur desain merupakan jenis desain jembatan rangka baja yang menggolongkan dengan menentukan bagaimana konstruksi suatu jembatan, dapat mendistribusikan beban dan gaya internal yang bekerja pada struktur jembatan. Adapun beberapa jenis jembatan berdasarkan struktur desain sebagai berikut.
1.Jembatan Lengkung (Arch Bridge)
Jembatan ini menggunakan lengkungan sebagai komponen struktural utama yang terletak di bawah jembatan, struktur jembatan arch bridge sendiri lebih sedikit membutuh bahan material dibandingkan jembatan balok dengan bentang yang sama.
2. Jembatan Balok (Beam Bridge)
Menjadi salah satu jembatan dengan desain tertua yang telah lama digunakan oleh manusia, jembatan balok memiliki model dengan bentuk yang lebih sederhana dan cukup mudah dalam proses pembuatannya.
3. Jembatan Rangka (Truss Bridge)
Jadi salah satu desain jembatan yang paling banyak digunakan, hal tersebut karena desain jembatan rangka menggunakan rangka diagonal berbentuk segitiga yang terletak di atas jembatan untuk mendistribusikan gaya pada seluruh struktur jembatan.
4. Jembatan Gantung (Suspension Bridge)
Desain jembatan ini memanfaatkan seutas tali atau kabel suspensi yang terhubung dengan suspender vertikal saat menopang beban dek dek jembatan dan beban dinamis, struktur suspension jembatan ini juga juga cukup fleksibel dan dapat merespon gaya eksternal dari struktur gempa bumi, hembusan angin, maupun getaran kendaraan.
5. Jembatan Lengkung Terikat (Tied Arch Bridge)
Dikenal dengan nama lain bowstring bridge, jembatan ini menggunakan struktur gabungan antara struktur arch bridge dan suspension bridge, komponen utama berupa struktur lengkungan dan pengikat pada setiap segmen lengkungan sebagai penopang dek jembatan.
6. Jembatan Kabel Stayed (Cable Stayed Bridge)
Jembatan jenis ini memiliki struktur jembatan dengan dek jembatan yang tergantung pada menara atau pilar dengan menggunakan kabel yang terhubung dengan kolom vertikal, kolom vertikal dan pilar menjadi salah satu elemen utama dalam jembatan ini untuk menahan beban struktur yang terletak di tengah bentang struktur jembatan.
7. Jembatan Cantilever (Cantilever Bridge)
Struktur jembatan ini memiliki dua sisi lengan cantilever, yang mana desain struktur jembatan menggunakan sistem struktur balok horizontal yang hanya ditopang pada salah satu ujungnya dan pada rentang bagian tengah jembatan penopang beban vertikal tidak memiliki penopang langsung di bawahnya.
Mempertimbangkan Prinsip dan Tahapan Desain Jembatan

Setelah mengetahui berbagai jenis desain jembatan rangka baja berdasarkan golongannya, ada hal lain yang perlu Anda perhatikan juga. Dalam membangun jembatan baja tentunya ada beberapa hal yang perlu dipersiapkan, beberapa diantaranya adalah mengenai prinsip dan tahapan desain jembatan. Prinsip dan tahapan desain jembatan merupakan salah satu faktor yang paling penting dalam membangun jembatan baja, kendati demikian keduanya merupakan dua hal yang berbeda.
Pelajari Prinsip Desain Jembatan
Prinsip desain jembatan menjadi salah satu faktor penting yang tidak boleh dilewatkan dalam membangun desain jembatan rangka baja, karena hal dengan memegang teguh prinsip ini pembangunan jembatan baja bisa jauh lebih tepat. Pada dasarnya, ada lima prinsip desain jembatan yang perlu Anda ketahui diantaranya adalah.
- Kekuatan dan stabilitas dari struktur jembatan baja
- Kenyamanan dan keamanan bangunan jembatan baja
- Kemudahan dalam pelaksanaan pemasangan dan pemeliharaan
- Perencanaan terkait pembangunan
- Estetika dari jembatan baja yang dibangun
Adapun Tahapan Desain Jembatan yang Perlu Anda Perhatikan
Untuk menentukan desain jembatan rangka baja, Anda juga harus memperhatikan tahapan desain jembatan. tahapan desain jembatan merupakan salah satu faktor yang tidak kalah penting untuk dipertimbangkan dalam perencanaan membangun jembatan, adapun lima tahapan desain jembatan yang perlu Anda ketahui adalah.
- Penyusunan teknik dan struktural jembatan
- Analisa beban dan struktural jembatan
- Perencanaan geometri jembatan
- Persetujuan dan perencanaan dari otoritas terkait
- Pemilihan bahan material untuk konstruksi jembatan
Pelajari pentingnya menentukan SDM untuk membangun jembatan baja pada artikel tentang Kontraktor Jembatan