Di Indonesia sendiri masih sangat sedikit orang memahami mengenai pentingnya Sewage Treatment Plant (STP) untuk keberlangsungan ekosistem. Sebenarnya apa itu Sewage Treatment Plant atau biasa disebut STP?? Sewage Treatment Plant merupakan instalasi pengolahan limbah cair yang diperuntukan pada limbah domestik seperti hasil cucian yang mengandung deterjen yang dapat membahayakan lingkungan. Sistem STP ini dapat mengolah sisa produksi limbah cair menjadi jernih dan tidak berbahaya untuk lingkungan.
Tujuan Penggunaan Sewage Treatment Plant (STP)
Dalam pengolahan limbah cair yaitu untuk meminimalisir kandungan organic yang terkandung dalam air, seperti BOD (Biological Oxygen Demand), COD (Chemical Oxygen Demand), residu padat yang terbawa air (suspended soil), zat ammonia, dan lainnya. Tidak hanya meminimalisir STP juga dapat menghasilkan air olahan yang terbebas dari bakteri, kuman, dan virus agar tidak mengganggu lingkungan yang sesuai dengan standar mutu air limbah domestik yang tertuang dalam PP No.68/Menlhk-Setjen/2016 mengenai baku mutu air limbah domestik.
Cara Kerja Sewage Treatment Plant (STP)
Ini melibatkan proses yang dapat menghilangkan kontaminan atau kandungan berbahaya pada limbah domestik yang memicu terganggunya ekosistem yang ada. Dalam sebuah bangunan atau wilayah pemukiman diwajibkan untuk memiliki instalasi STP yang sesuai standar sesuai peraturan yang ada. Sewage Treatment Plant (STP) memiliki banyak komponen untuk dapat mengolah limbah domestik yang efisien dan berkualitas. Dalam hal ini kita akan membahas komponen yang dibutuhkan untuk instalasi Sewage Treatment Plant (STP).
- Mesin blower yang dilengkapi motor penggerak yang nantinya berfungsi sebagai penyuplai oksigen ke dalam bak aerasi untuk mengumpulkan limbah. Tidak hanya untuk mengumpulkan limbah, mesin blower juga berguna untuk pembersihan air sisa sedimentasi (scum skimmer) dan mematikan rumput (sludge) dengan metode air lift.
- Panel control yang dimana nantinya akan mengatur atau mengendalikan dan memastikan peralatan dapat bekerja dengan baik tanpa adanya gangguan.
- Pompa pemindah air, memiliki fungsi untuk dapat memastikan limbah yang ditampung pada bak aerasi dapat tersalurkan tanpa adanya kebocoran. Bagian ini merupakan komponen yang sangat penting dalam proses pengolahan limbah yang akan diproses.
- Peralatan sedimentasi yang berguna untuk memindahkan sisa sedimentasi agar tidak menumpuk pada dasar bak sedimentasi. Jika dibiarkan maka akan berfermentasi dan mengapung yang dapat mengakibatkan scum skimmer tidak dapat bekerja untuk mengatasi lumpur yang mengapung.
- Elektroda dan water level control (WLC), pada bagian komponen ini digunakan pada sistem float switch dan flow control pump agar tidak terbalik karena terapung. Pada bagian ini akan memastikan agar sistem tidak terbalik pada saat mengapung dan bagian ini juga tidak akan menyala jika dalam kondisi terbalik.
Setelah mengenal cara kerja dan komponen yang ada pada Sewage Treatment Plant (STP), tentunya perlu mengetahui bagaimana perawatan untuk mengelola sistem instalasi Sewage Treatment Plant (STP) ini.
- Membersihkan grease trap dari lemak, karena lemak terlalu lama didiamkan akan mengeras dan menimbulkan bau.
- Pemeriksaan basket screen secara rutin.
- Mengangkut sisa lumpur (sludge) minimal 1 tahun.
- Pemeriksaan bagian Sewage Treatment Plant seperti pompa, gearbox, dan komponen lainya yang rentan terhadap kerusakan.
- Mengecek kandungan air limbah ke Badan Pengelolaan Lingkungan Hidup untuk memastikan hasil dalam pengolahan limbah sudah sesuai dengan standar baku mutu pemerintah.
Untuk mencari informasi lebih lanjut tentang STP, pelajari juga pentingnya pengelolaan limbah cair domestik dengan instalasi Sewage Treatment Planti (STP)!

