Sudah menjadi rahasia umum jika tren konstruksi selalu mengalami perkembangan signifikan. Alasannya pun beragam, mulai dari meningkatkan estetika, melindungi dari kerusakan, hingga meningkatkan umur pakai dan mengurangi biaya perawatan.
Teknik stamped concrete atau pencetakan beton menjadi salah satu perkembangan finishing beton yang disukai karena cocok digunakan untuk bangunan industrial, komersil, hingga hunian. Hal ini dikarenakan, teknik pencetakan beton ini dinilai mampu menciptakan lingkungan yang lebih personal karena dapat dikustomisasi sesuai keinginan pelanggan.
Sebagai informasi, artikel kali ini akan membahas kelebihan, kekurangan, dan cara perawatan stamped concrete yang tepat sehingga memiliki daya tahan yang lebih tinggi.
Kelebihan dan Kekurangan Stamped Concrete
Setiap teknik konstruksi, tentu memiliki kelebihan dan kekurangan. oleh karena itu, kontraktor Mandor Pro senantiasa melakukan analisa terlebih dahulu untuk mengetahui tantangan lapangan dan menentukan solusi efektif untuk menanganinya. Berikut penjabarannya.
Kelebihan Concrete Cetak
- Memiliki estetika tinggi dan fleksibilitas desain. Karena memiliki konsep meniru berbagai tekstur (batu alam, kayu, bata) dan warna, maka teknik ini memberikan kesan mewah dan modern dengan desain beragam.
- Lebih tahan lama dan kuat. Beton dicetak dengan hardener sehingga meningkatkan daya tahan terhadap gesekan dan benturan.
- Meminimalisir perawatan karena tidak memiliki sambungan seperti paving. Dampaknya, tidak ada rumput liar, mudah dibersihkan dan tidak mudah retak.
- Biaya pemasangan dan perawatannya lebih rendah dibanding material alami (kayu dan batu alam).
- Pemasangan lebih cepat karena tidak perlu menyusun satu persatu layaknya paving.
- Permukaannya bertekstur sehingga anti slip.
- Warnanya lebih awet karena menggunakan pigmen premium anti sinar UV.
Kekurangan Concrete Cetak
- Membutuhkan tenaga ahli saat pencetakan maupun pemasangan untuk mendapatkan hasil yang optimal dan menghindari kerusakan. Untuk itu, gunakan jasa konstraktor berpengalaman seperti Mandor Pro untuk mengerjakan proses ini. Proyek yang dihasilkan dipastikan menawan, biaya juga bisa dikondisikan.
- Jika pengerjaan asal-asalan dan fondasinya buruk, maka beton bisa retak bahkan pecah.
- Jika terjadi keretakan, akan sulit diperbaiki. Jikalau bisa, maka akan terlihat tambalannya.
- Perlu pembersihan dan pelapisan ulang sealer (1-3 tahun) agar warnanya tetap mengkilap.
- Perubahan suhu ekstrem dapat memicu kerusakan yang lebih cepat.
Cara Perawatan Stamped Concrete
Seperti pada umumnya konstruksi. Stamped concrete juga harus dilakukan perawatan untuk mempertahankan kilau dan warna yang terang. Setidaknya, ada dua jenis perawatan untuk teknik pencetakan ini berdasarkan rentang waktunya.
Perawatan Rutin (Dilakukan Harian atau Mingguan)
Perawatan rutin ini meliputi penyapuan dan penyiraman dengan air untuk menghilangkan daun-daunan, debu dan kotoran lainnya. Selanjutnya bisa dilakukan pembersihan ringan dengan menggunakan air hangat dan detergen atau sabun cuci piring. Sikat dengan lembut menggunakan sapu ijuk, lalu bilas hingga bersih.
Agar tidak merusak permukaan beton stamped, hindari penggunaan sikat kawat atau detergen keras. Jika lantai terkena bahan kimia seperti bensin, minyak, atau lainnya, segera bersihkan agar tidak terserap permukaan beton.
Perawatan Berkala (Setiap 1-3 Tahun)
Sementara perawatan berkala ditujukan untuk menjaga ketajaman warna dan melindungi beton dari kerusakan, dengan cara pengaplikasian ulang sealer. Frekuensi perawatan untuk area outdoor berbeda dengan indoor. Pada area outdoor yang memiliki lalu lintas pejalan maupun kendaraan yang tinggi, perlu setidaknya 1 tahun sekali. Sementara untuk area indoor, cukup 3 tahun sekali saja.
Tahapan prosesnya mudah saja. Pertama, bersihkan permukaan beton dengan air dan detergen, kemudian tunggu hingga benar-benar kering. Selanjutnya, aplikasikan sealer sesuai petunjuk pada label produk. Biarkan mengering sempurna sebelum akhirnya digunakan.
Untuk itu, sebelum perawatan dimulai, pastikan area benar-benar steril dari kendaraan maupun pejalan kaki. Anda bisa memberi papan peringatan atau menutupnya dengan portal.
Ada dua faktor yang mempengaruhi frekuensi perawatan lantai beton cetak. Pertama, faktor cuaca. Area outdoor yang sering terkena sinar matahari dan hujan perlu perawatan lebih sering, bahkan bisa hanya dalam kurun waktu 6 bulan. Mengingat lapisan dan warna lebih cepat pudar di area ini.
Kedua, frekuensi lalu lintas. Semakin sering lantai beton dilewati oleh pejalan kaki atau kendaraan, semakin cepat pula pengikisan sealer terjadi. Karena itu, butuh pengaplikasian untuk mengembalikan nilai estetikanya.
Lantai stamped concrete memiliki nilai personalitas dalam penggunaannya. Kesesuaian perawatan akan menjaga estetika dan umur pakainya. Untuk mengetahui lebih lanjut tentang concrete cetak ini, baca juga artikel Stamped Concrete : Solusi Lantai Dekoratif dengan Harga Terjangkau untuk mendapatkan insight terkait hal tersebut.


