Sebelumnya sempat disinggung mengenai area pedestrian kawasan pemukiman dan residensial, area pedestrian memang tidak hanya ditempatkan pada jalan umum atau area komersial saja. Tetapi juga dapat diterapkan pada kawasan pemukiman dan residensial, yang mana pada kawasan ini memiliki fokus utama untuk menciptakan lingkungan yang aman, sehat, dan sosial bagi para penghuni sehingga dapat mendorong mobilitas aktif sehari-hari.
Konsep, Fungsi, dan Karakteristik Area Pedestrian Kawasan Pemukiman dan Residensial

Area pedestrian kawasan pemukiman dan residensial memiliki fungsi, karakteristik dan tantangan yang berbeda dengan kawasan komersial. Oleh sebab itu, lewat artikel ini Mandor Pro yang terbiasa mengerjakan proyek pasang poles area pedestrian kawasan pemukiman dan residensial ingin memberikan penjelasan singkat diantaranya.
Konsep dan Fungsi Area Pedestrian Kawasan Pemukiman dan Residensial
Sama seperti area pedestrian pada umumnya, konsep area pedestrian kawasan pemukiman dan residensial merupakan jaringan jalur pejalan kaki yang saling terintegritasi di dalam dan dapat menghubungkan kawasan tempat tinggal dengan fasilitas sekitarnya seperti taman, sekolah, pusat layanan dan transportasi umum.
Fungsi Utama Area Pedestrian Kawasan Pemukiman dan Residensial
- Mampu menyediakan akses yang aman dan nyaman bagi para penghuni termasuk anak-anak, lansia, dan penyandang disabilitas ke fasilitas dalam dan sekitar pemukiman
- Menciptakan ruang sosial yang dapat menjadi tempat rekreasi informal, interaksi tetangga, dan juga penguatan ikatan komunitas tertentu
- Memberikan fasilitas infrastruktur untuk berjalan kaki, berlari, atau bersepeda santai sebagai bagian dari rutinitas sehari-hari yang dapat dinikmati oleh para penghuni
- Mampu mengurangi polusi dan kebisingan di dalam area pemukiman atau residensial, sehingga dapat meningkatkan nilai estetika
Contoh Penerapan Area Pedestrian Kawasan Pemukiman dan Residensial
- Konsep superblock atau kompleks ramah pejalan kaki
Di dalam cluster perumahan yang bebas dari lalu lintas kendaraan cepat, dapat dibuat area khusus dimana kendaraan hanya boleh melintas dengan kecepatan sangat rendah.
- Perumahan dengan Greenway atau Jalur Hijau
Merancang jalur pedestrian yang terintegrasi dengan koridor hijau seperti pepohonan atau taman linear yang dapat menghubungkan seluruh bagian pemukiman
- Penerapan Complete Streets Skala Lingkungan
Merancang jalan lingkungan dengan porsi yang adil, misalnya dengan menerapkan jalan berkonsep share space. Dimana keselamatan pejalan kaki adalah prioritas utama memalui desain lalu lintas yang menenangkan (traffic calming).
Elemen Area Pedestrian Kawasan Pemukiman dan Residensial
Elemen area pedestrian kawasan pemukiman dan residensial tidak jauh berbeda dengan area pedestrian kawasan komersial, hanya saja area pedestrian kawasan pemukiman memiliki elemen fisik yang perlu diketahui seperti.
Desain Jalur Area Pedestrian
- Lebar Minimum, sama halnya dengan area pedestrian trotoar, area pedestrian kawasan pemukiman juga memiliki lebar ideal kurang lebih sekitar 1.5 – 2meter untuk memungkinkan dua orang berpapasan dengan nyaman atau orang dengan kursi roda/ orang tua.
- Permukaan, sama seperti area pedestrian pada umumnya, area pedestrian kawasan pemukiman dan residensial juga memiliki permukaan yang rata, tidak licin, dan tahan lama. Sehingga penggunaan paving blok bertekstur atau beton kerap menjadi pilihan material paling umum
- Pemisahan Fisik dengan Jalur Kendaraan, dengan menggunakan pembatasan fisik seperti planter box, curb, atau tiang bollard dapat digunakan sebagai pemisah fisik, trotoar saja tanpa menggunakan pembatas tidak akan efektif, karena kerap terjadi pelanggaran parkir.
Kemanan, Kenyamanan dan Aksesibilitas Umum
- Penerangan dan Visibility, jalur tidak hanya memberikan penerangan yang memadai tetapi juga harus terlihat dari rumah-rumah sekitar. Jadi, penting untuk menghindari menggunakan semak atau dinding tinggi yang dapat menghalangi pandangan
- Penyebrangan yang Aman, pada beberapa persimpangan dalam kawasan dapat menggunakan speed bumb, zebra cross yang ditinggikan atau dapat menggunakan raised intersection untuk memperlambat kendaraan dan memberikan prioritas mutlak pada pejalan kaki.
- Ramp dan Tanjakan, setiap perubahan ketinggan perlu dilengkapi dengan tanjangan landai maksimal kurang lebih 1:12 untuk dapat digunakan oleh kursi roda, kareta bayu, dan lansia
- Panduan Tactile, melengkapi dengan paving blok khusus berpola untuk aksesibilitas penyandang tunanetra di sepanjang jalur dan pada titik persimpangan
- Tempat Duduk dan Peneduh, menyediakan bangku dibeberapa titik strategi dan dibawah pohon peneduh tidak hanya dapat memberikan ruang untuk lansia beristirahat tetapi juga dapat meningkatkan estetika
Aktivasi dan Fungsi Sosial
- Poin Aktivasi, merupan integrasi jalur dengan taman bermain anak, area fitness outdoor dan juga ruang pertemuan warga berupa gazebo outdoor taman dan lain sebagainya
- Landscaping, meliputi pengadaan penghijauan termasuk tanaman, bunga, dan pepohonan yang tidak hanya dapat digunakan sebagai peneduh saja. Tetapi juga dapat digunakan, untuk mempercantik lingkungan dan menyaring polusi
Sekilas mungkin dapat terlihat mirip dengan area pedestrian pada umumnya, tetapi area pedestrian kawasan pemukiman dan residensial memang berhubungan erat dengan ruang terbuka hijau. Namun disamping itu, dalam kawasan pemukiman dan residensial juga tidak menutup kemungkinan adanya kawasan wisata dan sekolah, yang mana hal ini juga memerlukan area pedestrian. Baca juga artikel tentang Area Pedestrian untuk Kawasan Pendidikan

