Area pedestrian kawasan wisata juga menjadi salah satu hal yang tidak kalah penting, hal ini merupakan salah satu sarana dari sebuah kawasan wisata. Namun, seberapa penting area pedestrian untuk kawasan wisata terdapat beberapa alasan. Dan lewat artikel ini Mandor Pro ingin membagikan mengenai model penerapan area pedestrian kawasan wisata, dan alasan betapa pentingnya area pedestrian di kawasan wisata.
Alasan Area Pedestrian Kawasan Wisata juga Menjadi Penting

Seperti yang disebutkan sebelumnya, bahwa area pedestrian kawasan wisata juga menjadi sangat penting bagi kawasan wisata itu sendiri. Yang mana ini bukan hanya sebagai fasilitas tambahan tetapi juga sebagai komponen strategis yang dapat menentukan keberhasilan dan keberlanjutan dari kawasan wisata itu. Adapun beberapa alasannya sebagai berikut
- Hadirnya area pedestrian kawasan wisata juga dapat meningkatkan pengalaman wisata, bukan hanya sekadar melihat tetapi juga mengalami yang dapat memberikan immersive experience, kenyamanan dan fleksibilitas, serta fasilitas wisata terintegrasi
- Memasang area pedestrian kawasan wisata juga dapat meningkatkan nilai ekonomi dan daya saing destinasi, yang mana ini terjadi karena adanya peningkatan belanja impulsive, nilai komersial yang lebih tinggi, dan juga pembentukan citra destinasi
- Area pedestrian kawasan wisata juga dapat membantu mengatasi masalah operasional kawasan wisata itu sendiri, seperti konflik lalu lintas, masalah parkir dan akses, hingga keamanan dan kenyamanan pengunjung
- Area pedestrian juga dapat berkontribusi langsung pada kelestarian lingkungan dan budaya, seperti pengurangan polusi, pelestarian situs dan infrastruktur, dan integrasi dengan ruang terbuka hijau
- Bahkan area pedestrian kawasan wisata juga dapat memberikan manfaat sosial dan pengelolaan yang lebih baik, lewat ruang social untuk komunitas dan management pengunjung yang lebih mudah
- Lebih dari sekadar menutup jalan, area pedestrian kawasan wisata juga diterapkan lewat beberapa pendekatan seperti pedestrian zone, share space, dan semi pedestrian zone.
Bagaimana Model dan Contoh Penerapan Area Pedestrian Kawasan Wisata
Penerapan area pedestrian kawasan wisata memang membutuhkan pendekatan khusus yang harus seimbang baik dari kenyamanan pengunjung, vitalitas ekonomi, dan karakter budaya tempat tersebut. Namun, perlu diingat juga, bahwa tidak semua kawasan wisata cocok untuk ditutup total untuk kendaraan. Jadi, pastikan untuk memilih model penerapan yang tepat, adapun model penerapan area pedestrian kawasan wisata sebagai berikut.
- Pedestrian Zone
Model penerapan yang satu ini merupakan penutupan total kendaraan bermotor, dan umumnya diterapkan pada kawasan heritage, jalan utama belanja/culinary yang sangat padat.
- Semi Pedestrian Zone
Kerap disebut sebagai pencerahan waktu, model penerapan area pedestrian yang satu ini memiliki aturan keterbatasan misalnya dengan melarang kendaraan pada hari atau jam tertentu. Dan umumnya model penerapan ini paling sering dijumpai pada kawasan dengan aktifitas warga dan wisatawan campuran sebagai uji coba.
- Share Space
Mengedepankan jalan berkonsep share space, model ini diterapakan dengan mengutamakan pejalan kaki dan kendaraan hanya boleh melaju dengan sangat pelan. Umumnya model penerapan ini dapat dilakukan pada jalan yang tidak bisa ditutup total, karena merupakan akses logistik warga
- Koridor Pedestrian yang Diperlebar
Model penerapan ini dapat dilakukan dengan cara memperlebar dan memperkuat trotoar eksisting dengan pembatasn fisik. Umumnya cocok diterapkan pada kawasan dengan ruang terbatas, tetapi perlu peningkatan kenyamanan.
Contoh Penerapan Area Pedestrian Kawasan Wisata
Selain mengetahui beberapa model penerapan area pedestrian kawasan wisata, tentunya Anda bisa mempertimbangkan model seperti apa yang cocok untuk penerapan area pedestrian. Adapun beberapa contoh penerapan area pedestrian kawasan wisata dianataranya.
- Kawasan Heritage (Kota Tua)
Prioritaskan pelestarian visual, bisa menggunakan paving blok klasik, penerangan tradisional, larangan kendaraan modern, dan zona bebas modern signage
- Kawasan Kuliner/ Food District, lebih mengutamakan ruang berkumpul dan makan, sediakan banyak kursi outdoor, tempat sampah yang memadai, fasilitas cuci tangan, dan sirkulasi udara yang baik dapat menggunakan pengaturan buka – tutup restoran bisa diintegrasikan
- Kawasan Alam/ Pintu Masuk Taman Nasional/ Geosite
Selaras dengan alam umumnya menggunakan material organik, dan difungsikan sebagai koridor interprestasi yang mengarahkan pengunjung sambil memberi informasi tentang flora-fauna
Area pedestrian kawasan wisata memang cukup menarik sekaligus krusial, jika perencanaan penerapannya tidak baik maka dapat menyebabkan kekacauan pada kawasan tersebut. Namun, hal ini juga tidak hanya berlaku pada area pedestrian kawasan wisata saja, apapun jenis area pedestriannya tentu membutuhkan jasa kontraktor profesional. Ingin mengetahui lebih banyak tentang jasa kontraktor untuk area pedestrian, baca juga artikel tentang Punya Masalah Area Pedestrian? Serahkan Saja Pada Jasa Pasang Poles Area Pedestrian.

