
Epoxy self levelling dan polyurethane merupakan dua material yang kerap digunakan sebagai lapisan lantai, tetapi ada perbedaan epoxy self levelling dan polyurethane. Untuk lebih mengenal tentang perbedaan epoxy self levelling dan polyurethane, Mandor Pro akan menjelaskan sedikit terkait perbedaan tersebut pada artikel ini, simak penjelasannya.
Pahami Perbedaan Epoxy Self Levelling dan Polyurethane

Sebelum melanjutkan pembahasan lebih jauh tentang perbedaan epoxy self levelling dan polyurethane, perbedaan epoxy self levelling terbagi menjadi dua. Yakni perbedaan utama epoxy self levelling dan polyurethane, juga perbedaan teknis epoxy self levelling dan polyurethane. Agar lebih memudahkan, mari pahami terlebih dahulu terkait perbedaan utama dan perbedaan teknis antara epoxy self levelling dan polyurethane berikut ini.
Perbedaan Utama Epoxy Self Levelling dan Polyurethane
Penting untuk mengetahui perbedaan epoxy self levelling dan polyurethane, perbedaan utama atau kerap disebut sebagai perbedaan inti ini juga menjadi salah satu bahan pertimbangan untuk Anda sebelum membuat keputusan. Adapun beberapa perbedaan utama epoxy self levelling dan polyurethane sebagai berikut.
- Epoxy self levelling bersifat kaku dan keras, serta memiliki fungsi sebagai lapisan struktur. Sementara polyurethane memiliki sifat fleksibel dan elastis, serta berfungsi sebagai lapisan akhir
- Epoxy self levelling memiliki kemampuan meratakan permukaannya sendiri, sementara polyurethane tidak memiliki kemampuan tersebut dan biasanya diaplikasikan di atas permukaan yang sudah rata
- Epoxy self levelling memiliki ketahanan retak yang rendah, sementara polyurethane memiliki ketahanan retak yang tinggi karena sifat elastisnya yang mampu menahan retak rambut
- Terhadap ketahanan aus dan gores, epoxy self levelling memiliki ketahanan aus dan gores yang baik tetapi dapat tergores di bawah tekanan atau abrasi yang ekstrem. Sementara Polyurethane memiliki keunggulan dalam hal ini, karena polyurethane memiliki permukaan yang lebih tahan terhadap gesekan roda, sepatu, dan abrasi harian
- Sementara untuk ketahanan kimia, epoxy self levelling memiliki keunggulan tahan bahan kimia industri. Sementara polyurethane memiliki keunggulan tahan bahan kimia organik
Perbedaan Teknis Epoxy Self Levelling dan Polyurethane
Selain mengenal perbedaan epoxy self levelling dan polyurethane, hal lainnya yang tidak kalah penting untuk diketahui adalah mengenai perbedaan teknis epoxy self levelling dan polyurethane. Berikut perbedaan teknis epoxy self levelling dan polyurethane.
- Epoxy self levelling akan membentuk struktur jaringan ikatan silang yang pendek dan kaku, sementara polyurethane akan membentuk rantai polimer panjang dan fleksibel dengan ikatan urethan
- Dalam sisi kekakuan, epoxy self levelling memiliki modulus dengan elastisitas yang tinggi. Sementara polyurethane memiliki modulus dengan elastisitas yang rendah hingga menengah, sehingga dapat menjadi lebih lentur
- Sementara itu dari sisi ketahanan termal, epoxy self levelling titik transisi gelas yang tinggi kurang lebih 50-80 derajat celcius. Sementara polyurethane meskipun memiliki titik transisi gelas yang umumnya lebih rendah tetapi cukup bervariasi
- Secara koefisien muai panjang, epoxy self levelling cenderung rendah dan mirip dengan beton, sementara polyurethan memiliki koefisien muai panjang yang relatif lebih tinggi.
- Epoxy self levelling memiliki stabilitas warna yang buruk, jika terkena atau terpapar sinar matahari secara langsung warnanya akan memudar atau menguning. Sementara polyurethane memiliki stabilitas warna yang sangat baik, sehingga tahan terhadap UV, tidak mudah menguning dan warna tetap stabil untuk area terbuka
- Epoxy self levelling sangat ideal diaplikasikan pada lantai industri misalnya untuk lantai ruangan gudang, pabrik logistik, bengkel, garasi, area dan beban statis berat. Sementara polyurethane merupakan lantai dengan tuntutan tinggi dengan paparan UV dan biasanya cocok digunakan untuk lantai industri makanan dan minuman, parkir, area komersial, dan teras.
Bagaimana Cara Memilih Aplikasi dari Perbedaan Epoxy Self Levelling dan Polyurethane

Setelah mengetahui perbedaan epoxy self levelling dan polyurethane, pasti Anda sudah memiliki gambaran tentang keduanya. Bagaimana memilih aplikasi keduanya, simak beberapa langkah praktis saat memilih aplikasi epoxy dan polyurethane yang Mandor Pro bagikan berikut ini.
- Lakukan analisis fungsi utama ruangan, apakah ruangan tersebut merupakan area produksi dengan mesin atau alat berat? Jika ya, maka pilih epoxy self levelling. Namun jika ruangan merupakan area proses makanan/ kimia organik, area parkir atau koridor dengan lalu lintas yang tinggi maka pilih polyurethane
- Evaluasi juga kondisi eksisting, pastikan untuk memeriksa kondisi beton. Apakah sangat tidak rata, berlubang atau rusak? Jika ya, maka membutuhkan epoxy self levelling sebagai lapisan perata. Namun jika lantai sudah rata tetapi membutuhkan permukaan yang lebih mudah dibersihkan dan tahan noda? Maka gunakan polyurethane
- Identifikasi juga ancaman/ kebutuhan khusus, jika lantai ruangan terpapar sinar matahari langsung dan memiliki retak halus pada beton karena pergerakan struktur, Anda bisa memilih menggunakan polyurethane. Tetapi jika lantai akan mudah terkena tumpahan bahan kimia industri setiap hari gunakan epoxy self levelling, dan gunakan polyurethane untuk permukaan yang higienis dan estetis tahan lama
- Pertimbangkan juga terkait anggaran dan umur pakai, epoxy self levelling umumnya lebih ekonomis untuk perataan dan ketahanan dasar. Penggunaan polyurethane sering kali memiliki harga material yang lebih tinggi, tetapi mampu memberikan value ketahanan yang lebih tinggi.
Solusi Hybrid Epoxy Self Levelling
Meski memiliki beberapa perbedaan epoxy self levelling dan polyurethane, namun keduanya juga dapat dijadikan sebagai solusi hybrid. Solusi ini cukup berguna dalam banyak kasus modern, bahkan kerap menjadi salah satu pilihan terbaik. Kombinasi epoxy self leveling dan polyurethane dapat dijadikan sebagai alternatif untuk mendapatkan kombinasi yang baik.
Gunakan epoxy self levelling sekiar 2-3 mm sebagai lapisan tengah untuk meratakan dan memberikan kekuatan struktur, lalu tutup dengan polyurethane 0.5 mm sebagai lapisan akhir untuk mendapatkan ketahanan aus, UV, dan bahan kimia yang tinggi.
Mengenal perbedaan epoxy self levelling dan polyurethane tidak hanya menambah pengetahuan Anda tentang epoxy, tetapi juga dapat membantu Anda untuk memilih menggunakan epoxy atau polyurethane. Oleh sebab itu, penting juga untuk Anda mempertimbangkan kontraktor epoxy lantai profesional seperti Mandor Pro-Jasa Epoxy Lantai.