Pada artikel sebelumnya sudah membahas tentang progres bangun rumah satu lantai, pada artikel kali ini akan membahas tentang progres bangun rumah dua lantai. Sama seperti pada pelaksanaan progres bangun rumah satu lantai, progres bangun rumah dua lantai juga memiliki tantangan sendiri. Meskipun tantangan dan kendala pada progres bangun rumah satu lantai dan progres bangun rumah dua lantai sekilas tampak mirip, faktanya keduanya memiliki perbedaan.
Progres Bangun Rumah 2 Lantai

Seperti yang sudah disebutkan sebelumnya bahwa progres bangun rumah dua lantai dengan progres bangun rumah satu lantai memiliki perbedaan, baik dalam hal desain, struktur, biaya dan waktu pengerjaan. Sehingga untuk progres bangun rumah dua lantai tentunya akan membutuhkan perencanaan yang jauh lebih matang, struktur yang lebih kuat, dan biaya yang lebih besar. Meskipun memiliki perbedaan pada progres bangun rumah dua lantai, nyatanya hasilnya pun akan memberikan keuntungan bagi para pemiliknya berupa ruang yang lebih besar. Beberapa tantangan dan kendala yang terjadi pada progres bangun rumah dua lantai sebagai berikut.
- Pada progres bangun rumah dua lantai, tentunya akan memiliki desain yang lebih detail terkait penempatan tangga, distribusi ruang hingga struktur bangunan yang kuat
- Progres bangun rumah dua lantai juga memerlukan analisis geoteknik yang lebih serius, hal ini karena tanah akan menahan beban dua lantai
- Umumnya progres bangun rumah dua lantai memerlukan material pondasi dengan kualitas yang tinggi dengan melakukan inspeksi yang rutin. Hal ini bertujuan untuk memastikan bahwa pondasi rumah dua lantai memiliki kekuatan yang kokoh untuk menahan beban tambahan dari lantai dua
- Progres bangun rumah dua lantai juga harus mempertimbangkan rancangan tangga dengan perhitungan yang presisi terkait ukuran, kemiringan hingga kekuatan struktural, sehingga agar dapat menghasilkan tangga yang kuat dan tahan lama diperlukan menggunakan bahan material yang berkualitas baik
- Berbeda dengan progres bangun rumah lantai satu, pada progres bangun rumah dua lantai ini, umumnya akan menggunakan cara pengecoran untuk lantai dua dengan menggunakan bekisting dan tulangan yang kuat yang mana hal ini bertujuan untuk meminimalisir kebocoran beton
- Pada sistem pompa air progres bangun rumah dua lantai kerap kali terjadi kendala dalam hal tekanan air yang kurang kuat, sehingga diperlukan pompa air dengan yang dirancang untuk mendistribusikan air ke lantai dua
Tips Memantau Progres Bangun Rumah

Setelah mengetahui kendala progres bangun rumah dua lantai dan progres bangun rumah satu lantai, setidaknya Anda juga sudah mendapatkan gambaran tentang progres bangun rumah itu sendiri. Untuk lebih mematangkan perencanaan bangun rumah Anda, Anda juga bisa menyimak beberapa tips memantau progres bangun rumah berikut ini.
- Buatlah timeline yang jelas untuk setiap tahap proses pembangunan dari progres bangun rumah
- Pastikan untuk selalu menjalin komunikasi dua arah dengan tukang bangun rumah atau kontraktor yang sudah Anda percayakan
- Catat semua anggaran pengeluaran dan bandingkan dengan rencana awal yang sudah Anda buat sebelumnya
- Jangan ragu untuk melakukan kunjungan secara bertahap untuk memastikan progres bangun rumah berjalan dengan lancar dan kualitas pekerjaan cukup baik
- Jika Anda sibuk, tidak ada salahnya untuk memanfaatkan aplikasi atau software management proyek untuk memantau progres bangun rumah
Manfaatkan Teknologi untuk Memantau Progres Bangun Rumah
Sempat disinggung untuk memanfaatkan aplikasi atau software management proyek, tentunya hal ini juga akan memudahkan dalam proses pemantauan progres bangun rumah dua lantai. Seiring dengan berkembangnya teknologi,ada beberapa teknologi yang bisa digunakan pada progres bangun rumah diantaranya.
- Aplikasi management proyek untuk menyusun jadwal pembangunan hingga melacak progres bangun rumah secara real time
- Drone untuk inspeksi lokasi langsung mulai dari pengambilan gambar visual progres pembangunan rumah hingga mendeteksi struktur atau area yang belum selesai dikerjakan
- Software desain 3D dan BIM (Building Information Modeling), kedua software ini dapat digunakan untuk memperlihatkan visualisasi bagaimana rumah akan terlihat pada setiap tahap pembangunannya hingga mendeteksi masalah desain dan struktur sebelum konstruksi di mulai
- Sensor dan IoT (Internet of Things) bisa digunakan untuk memantau kondisi lingkungan pembangunan dan menjadi parameter yang meliputi kelembaban suhu, hingga getaran dan beban.
- Cloud computing memberikan akses yang mudah untuk memungkinkan semua pihak yang terlibat untuk mengakses dokumen proyek, gambar proyek, dan laporan progres bangun rumah secara online
- Augmented Reality (AR) dan Virtual Reality (VR) merupakan teknologi yang juga bisa digunakan pada progres bangun rumah, teknologi ini memungkinkan pemilik rumah untuk melihat rumah mereka sebelum pembangunan selesai
- Aplikasi pemantauan anggaran berguna untuk membantu pemilik rumah dan kontraktor untuk melakukan pemantauan pengeluaran proyek secara real time mulai dari pencatatan setiap pengeluaran hingga notifikasi apabila pengeluaran melebihi anggaran yang sudah ditetapkan
Dengan seiring berkembangnya teknologi tentunya akan lebih mudah untuk Anda memantau progres bangun rumah dua lantai, beberapa tips memantau bangun rumah di atas dan beberapa teknologi yang disebutkan bisa digunakan untuk memantau progres bangun rumah. Jika Anda sudah mantap untuk merencanakan bangun rumah, Mandor Pro bisa menjadi salah satu alternatif yang bisa dipilih sebagai kontraktor jasa bangun rumah. Untuk mengetahui lebih lanjut tentang Mandor Pro, Anda bisa baca artikel tentang Seleksi Tukang Bangun Rumah Terpercaya.