Tambah Ventilasi Alami dengan Cara Renovasi Rumah

Ventilasi alami umumnya dipasang atau dibuat pada saat bangun rumah, namun jika Anda ingin tambah ventilasi alami dengan cara renovasi. Renovasi rumah memang bisa menjadi salah satu alternatif yang dapat dipilih jika Anda menginginkan fitur tambahan di dalam rumah, tidak hanya untuk tambah ventilasi alami saja. Dengan renovasi rumah Anda juga bisa menambahkan fitur tambahan lainnya, seperti penambahan ventilasi alami dengan bentuk skylight atau fitur teraso yang dapat digunakan di di ruang tunggu dan lainnya.

 

Contoh Penerapan Ventilasi Alami pada Gaya Rumah

 

ilustrasi ventilasi alami dengan cara renovasi rumah
Sumber: pexels.com/EDR MEDIA GROUP

 

Penggunaan ventilasi alami memang sudah sangat umum pada rumah-rumah yang menggunakan konsep ramah lingkungan, tetapi pada beberapa gaya rumah tambah ventilasi alami bisa jadi alternatif. Khususnya jika Anda memiliki ruangan tanpa jendela, tambah ventilasi alami dengan cara renovasi bisa menjadi solusi yang tepat. Karena bagaimanapun juga ventilasi alami dapat berfungsi sebagai alat sirkulasi udara yang dapat menciptakan lingkungan yang lebih sehat, beberapa contoh penerapan ventilasi alami sebagai berikut.

  1. Rumah Tradisional Tropis

Penerapan ventilasi alami pada rumah tradisional khususnya rumah tradisional indonesia dengan menggunakan atap yang tinggi, jendela yang besar untuk memungkinkan ventilasi silang, lubang ventilasi di dinding dan juga teras yang luas serta terbuka agar mendukung aliran udara ke dalam rumah

2. Rumah Tropis Modern

Tidak jauh berbeda dengan rumah tradisional tropis, gaya rumah tropis modern satu ini juga bisa diterapkan ventilasi alami dengan cara menggunakan jendela lebar dari lantai ke langit-langit sehingga memungkinkan aliran udara masuk maksimal, opsi lainnya bisa dengan menambah skylight atau jendela atap, courtyard dan dinding berlubang dengan pola lubang

3. Rumah Minimalis

Gaya rumah minimalis juga memungkinkan untuk menambah ventilasi alami dengan cara renovasi, misalnya dengan menggunakan ventilasi atap dengan plafon yang tinggi atau juga dengan mengganti menggunakan pintu geser kaca yang dapat dibuka sepenuhnya.

4. Rumah Klasik Eropa

Gaya rumah satu ini punya ciri khas memiliki jendela yang besar, namun jika Anda menginginkan tambah ventilasi alami bisa menggunakan cara ventilasi tersembunyi, membangun taman dalam ruangan dengan menggunakan plafon berkubah hal ini Anda akan mendapatkan manfaat ganda sebagai filter udara juga menyejukkan udara sekitar.

5. Rumah Kontemporer

Gaya rumah satu ini memang fokus pada fungsionalitas dan estetika, jadi untuk menerapkan ventilasi alami. Umumnya menggunakan jendela besar pada sudut ruangan dengan desain bukaan yang kreatif dan unik, menggunakan menara angin dengan desain kontemporer, hingga menggunakan atap hijau yang ditanami tumbuhan untuk menyejukkan udara dan mendukung sirkulasi.

 

Tips Merawat Ventilasi Alami Agar Tetap Efektif dan Tahan Lama

 

ilustrasi ventilasi alami dengan cara renovasi rumah
Ilustrasi ruang tamu dengan ventilasi alami jendela besar Sumber: pexels.com/Max Vakhtbovycn

Baik ventilasi yang dibangun saat bangun rumah atau tambah ventilasi alami yang dibuat saat renovasi rumah, keduanya tetap harus dirawat dengan sangat baik. Dengan melakukan perawatan yang baik dan benar, tentunya ventilasi alami juga akan memperpanjang umur elemen ventilasi tetapi juga dapat memastikan kualitas udara dalam ruangan tetap segar dan sehat. Adapun beberapa tips merawat ventilasi alami agar tetap efektif dan tahan lama sebagai berikut.

  1. Bersihkan jendela dan lubang ventilasi secara rutin setiap 1-2 minggu sekali, sesuaikan dengan tingkat debu di lingkungan sekitar. Namun untuk ventilasi skylight dan roof vent bisa dibersihkan setiap 3-6 bulan sekali
  2. Bersihkan juga saluran udara seperti ventilasi dinding dan menara angin setiap 1-2 bulan sekali hal ini bertujuan untuk tidak ada sarang serangga atau hewan kecil yang menyumbat saluran
  3. Periksa juga kondisi material ventilasi, jika ada kerusakan Anda bisa melakukan langkah preventif. Namun jika kerusakan sudah parah, mungkin membutuhkan renovasi.
  4. Selalu pantau kualitas udara dalam ruangan, jika udara dalam ruangan terasa pengap atau berbau tidak sedap mungkin ada masalah dengan ventilasi rumah Anda
  5. Bila memungkinkan gunakan juga filter udara agar dapat membantu menyaring debu, polutan, dan serangga yang masuk melalui ventilasi
  6. Jika diperlukan manfaatkan teknologi pendukung seperti sensor kualitas udara dan smart window yang dapat memantau dan menggerakkan jendela secara otomatis

 

Tambah ventilasi alami memang bisa menjadi alternatif bagi ruang yang memungkinkan mendapat cahaya, namun tambah ventilasi alami saja tanpa melakukan perawatan juga dapat menjadi boomerang bagi sang penghuni. Oleh sebab itu, beberapa tips merawat ventilasi alami agar tetap efektif dan tahan lama bisa Anda coba. Jika Anda ingin berencana membangun rumah dengan ventilasi alami atau merenovasi rumah, Anda bisa membaca artikel tentang Panduan Perencanaan Bangun Rumah.